
TEGAS.CO, BAUBAU – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Baubau terus berupaya mengambil langkah proaktif dalam mencegah potensi konflik sosial keagamaan.
Salah satu strategi yang kini dikembangkan adalah Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kegiatan yang digelar di Aula Kemenag Baubau, Kamis (11/9/2025), Kepala Kantor Kemenag Kota Baubau, Mansur, menjelaskan bahwa EWS dirancang untuk memperkuat deteksi dini terhadap gejala-gejala konflik di masyarakat.
Sistem ini melibatkan Ketua Tim Pencegahan Anti Teror Densus 88 Polda Sultra, jajaran seksi penyelenggara Kemenag, KUA Kecamatan, pimpinan dan pengasuh pondok pesantren, penyuluh agama, penghulu, serta guru agama dari berbagai tingkatan di Kota Baubau.
“Ini merupakan strategi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif dan adaptif. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif dalam mengantisipasi isu-isu yang berpotensi memicu perpecahan di masyarakat,” ujar Mansur.
Ia menambahkan, melalui sistem peringatan dini ini diharapkan terbentuk mekanisme yang mampu mendeteksi, memantau, dan memberikan peringatan awal terhadap potensi konflik.
“Langkah pencegahan sejak dini adalah kunci menjaga kerukunan umat beragama dan harmoni kehidupan sosial masyarakat di Kota Baubau,” tegasnya.