
KENDARI, TEGAS.CO – Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Kota Kendari berlangsung panas di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (15/9/2025).
Aksi yang awalnya berlangsung di luar gedung, bereskalasi hingga massa menduduki ruang paripurna dan aksi pembakaran ban yang nyaris membakar bagian gedung.
Aksi dimulai dengan orasi yang menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari penolakan kenaikan tunjangan anggota DPR hingga pencopotan Kapolri.
Emosi massa memuncak ketika mereka membakar ban bekas di area parkir kompleks dewan.
Api dari pembakaran sempat menjalar dan hampir melahap salah satu bagian gedung parlemen sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Karena tidak ada satu pun perwakilan anggota dewan yang menemui, massa kemudian menerobos masuk dan menduduki ruang paripurna.
Mereka duduk di kursi pimpinan dan anggota dewan, menyuarakan kekecewaan atas ketidakhadiran para wakil rakyat tersebut. “Kami kecewa, kami belum diterima Ketua DPRD Sultra,” ujar salah seorang koordinator aksi.
Tonton videonya 👇
https://vt.tiktok.com/ZSDrpCecH/

Enam Tuntutan Inti
Di dalam ruang paripurna, perwakilan mahasiswa secara bergantian membacakan enam tuntutan utama mereka:
1. Menolak Kenaikan Tunjangan: Mendesak DPRD Sultra mengeluarkan rekomendasi penolakan kenaikan tunjangan anggota dan pimpinan DPR RI.
2. Pengesahan Dua RUU: Mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan RUU Agraria.
3. Pencopotan Kapolri: Merekomendasikan kepada DPR RI dan Presiden untuk mencopot Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
4. Kenaikan Gaji Honorer: DPRD Sultra harus merekomendasikan kenaikan gaji bagi tenaga honorer.
5. Responsif Terhadap Aspirasi: Menuntut DPRD Sultra lebih responsif dan terbuka dalam menampung serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.
6. Pencopotan Ketua DPRD: Meminta pimpinan Partai NasDem untuk mencopot Ketua DPRD Sultra.
Aksi tersebut diwarnai dengan yel-yel semangat perjuangan seperti “Hidup Mahasiswa!”, “Hidup Rakyat Indonesia!”, dan “Hidup Perlawanan!”. Demonstrasi ditutup dengan foto bersama sebagai simbol persatuan antar-elemen mahasiswa.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala, belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait aksi pendudukan dan tuntutan yang disampaikan oleh Aliansi Cipayung Plus Kendari.
PUBLISHER: MAS’UD