Berita UtamaSultra

Sekda Sultra Tekankan Empat Fokus Pemetaan Kerja Sama Daerah

161
×

Sekda Sultra Tekankan Empat Fokus Pemetaan Kerja Sama Daerah

Sebarkan artikel ini
Sekda Sultra melalui Karo Pemerintahan membuka Rapat Koordinasi dan Pemetaan Kerja Sama Daerah di Hotel Claro Kendari, Rabu (1/10/2025). Dok. Foto Istimewa

TEGAS.CO., KENDARI – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Kepala Biro Pemerintahan Setda Sultra, Iwan Susanto, membuka Rapat Koordinasi dan Pemetaan Kerja Sama Daerah di Hotel Claro Kendari, Rabu (1/10/2025).

Iwan menegaskan rapat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan forum strategis untuk memperkuat sinergi antarperangkat daerah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, yakni Ir. La Ode Muh. Alwi, M.Si., Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Sultra, serta Kiki Sriyanti, S.IP., M.A.P., Konsultan Kerja Sama Daerah, yang diharapkan mampu memperkaya diskusi.

Dalam pemaparannya, Iwan menekankan empat fokus utama pemetaan kerja sama daerah:

1. Identifikasi potensi unggulan daerah di sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan bidang strategis lainnya.

2. Perumusan rencana kerja sama yang jelas, dengan tujuan, target, indikator keberhasilan, serta jangka waktu yang terukur.

3. Penguatan kolaborasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi, demi efektivitas dan efisiensi kerja sama.

4. Peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan akhir dari setiap program kerja sama.

Ia berharap rapat ini menghasilkan rekomendasi konkret berupa rencana kerja sama daerah untuk lima tahun ke depan. Menurutnya, kerja sama tersebut harus selaras dengan program strategis perangkat daerah dan ditindaklanjuti dengan aksi nyata.

“Tanpa kerja keras dan kolaborasi semua pihak, program kerja sama tidak akan memberi dampak yang berarti. Mari pastikan setiap kebijakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” pesan Iwan.

Rapat koordinasi ini bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan komitmen bersama. Dari forum inilah diharapkan lahir keputusan-keputusan yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat Sulawesi Tenggara.

Kerja sama antardaerah harus dilihat sebagai jalan untuk memperkuat fondasi pembangunan. Harapannya, setiap program yang dihasilkan dapat memberi dampak langsung, baik dalam peningkatan ekonomi, layanan pendidikan, maupun akses kesehatan yang lebih merata, sehingga kesejahteraan masyarakat benar-benar terwujud.

Namun, kesepakatan tanpa aksi hanyalah wacana. Karena itu, tindak lanjut menjadi kunci. Diharapkan seluruh perangkat daerah menjaga konsistensi dan kesungguhan dalam melaksanakan rencana kerja yang telah disusun, agar tidak berhenti di atas kertas semata.

Akhirnya, besar harapan agar sinergi ini menjadi pijakan menuju Sulawesi Tenggara yang lebih maju, berbudaya, dan berdaya saing. Masyarakat menanti bukti nyata, bahwa kerja sama yang digagas hari ini akan melahirkan perubahan positif yang bisa dirasakan oleh semua lapisan tanpa terkecuali.