Berita UtamaSultra

Ini Tanggapan Pemprov Sultra Mengenai Dinamika Wawancara Gubernur dengan Jurnalis

×

Ini Tanggapan Pemprov Sultra Mengenai Dinamika Wawancara Gubernur dengan Jurnalis

Sebarkan artikel ini
Ini Tanggapan Pemprov Sultra Mengenai Dinamika Wawancara Gubernur dengan Jurnalis
Ini Tanggapan Pemprov Sultra Mengenai Dinamika Wawancara Gubernur dengan Jurnalis

KENDARI, TEGAS. CO โ€“ Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Biro Administrasi pada Rabu, 22 Oktober 2025, menanggapi pemberitaan di sejumlah media mengenai proses wawancara Gubernur Sulawesi Tenggara dengan jurnalis sehari sebelumnya, Selasa, 21 Oktober 2025.

Wawancara tersebut berlangsung seusai acara “Akad Massal KUR 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluncuran Kredit Program Perumahan” di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.

Pemprov Sultra menyatakan sangat menghargai dan menghormati kerja-kerja jurnalistik yang profesional dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

Tanggapan ini disebut sebagai Hak Jawab dari Pemprov Sultra untuk mewujudkan iklim jurnalisme yang sehat melalui pemberitaan yang berimbang (cover both side).

Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Andi Syahrir, menyampaikan kronologi dinamika yang terjadi dalam proses wawancara tersebut:

1. Proses wawancara awalnya berlangsung lancar dan dinyatakan selesai sesuai dengan tema acara.

2. Setelah wawancara selesai, salah seorang jurnalis bertanya kepada Gubernur mengenai hal lain terkait pengangkatan pejabat yang diberitakan pernah bermasalah hukum.

3. Gubernur menanggapinya dengan tersenyum dan tidak memberikan komentar, lalu melangkah yang menjadi sinyal bahwa beliau telah mencukupkan wawancaranya. Staf pengawalan pun turut melangkah mendampingi.

4. Jurnalis yang bersangkutan masih berupaya mendekati dan merangsek untuk meminta tanggapan Gubernur, sehingga terhalang oleh tubuh para staf pengawalan. Staf pengawalan kemudian menyampaikan bahwa wawancara sudah cukup dan selesai.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

Berdasarkan kronologi ini, Pemprov Sultra menegaskan bahwa sama sekali tidak ada upaya untuk menghalang-halangi kerja wartawan dalam memperoleh informasi maupun tindakan-tindakan yang mengarah pada aksi kekerasan.

Staf pengawalan, menurut Pemprov Sultra, hanya mencegah pemandangan yang tidak elok atas upaya “mendekati dan merangsek” yang dilakukan oleh jurnalis, pada saat narasumber (Gubernur) tidak berkenan lagi memberikan tanggapan.

Pemprov Sultra juga mendorong dan mendukung penuh relasi antara jurnalis dengan narasumber yang dilandasi dengan rasa saling menghormati dan menghargai, dalam rangka mewujudkan proses jurnalistik yang imparsial.

Sebelumnya diberitakan sejumlah awak media dihalang-halangi saat melakukan peliputan.

PUBLIKASI: MAS”UD