Berita UtamaKendari

Sosialisasi Dorong Pelestarian Terumbu Karang di Sultra

540
×

Sosialisasi Dorong Pelestarian Terumbu Karang di Sultra

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi Dorong Pelestarian Terumbu Karang di Sultra
Sosialisasi Dorong Pelestarian Terumbu Karang di Sultra

KENDARI, TEGAS.CO โ€“ Tim Yayasan Konservasi Indonesia (KI) berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Gerai Penyusunan Proposal Hibah Tropical Forest and Coral Reef Conservation Agreement (TFCCA). Acara ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari pada hari Selasa, 11 November 2025.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari (11 hingga 12 November 2025) ini dihadiri oleh kurang lebih 62 peserta dari 43 lembaga. Peserta berasal dari lembaga pemerintahan tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, Lembaga Vertikal, perwakilan kampus, yayasan independen, hingga kelompok masyarakat terkait konservasi dan pemerhati kelautan.

Pentingnya Pengelolaan Berkelanjutan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas DKP Provinsi Sultra, Sri Resqiana Ruspian Laydi, S.IP., M.Si., dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya & P2HP, Hj. Hikmawaty Amir, S.Pi., M.Pi, menyampaikan bahwa potensi ekosistem terumbu karang dan kawasan konservasi yang luas di Sulawesi Tenggara merupakan aset penting yang perlu dijaga dari kerusakan.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

โ€œSulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi yang memiliki wilayah pesisir dengan potensi sumber daya laut yang sangat besar. Luas wilayah kelola laut kita mencapai kurang lebih 47.000 km persegi. Dengan luas ekosistem terumbu karang sekitar 50.000 hektare, serta 13 kawasan konservasi yang tersebar,โ€ ungkap Hikmawaty saat membuka kegiatan.

Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, seperti, Pemanfaatan yang bersifat merusak, termasuk penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan atau penangkapan ikan dengan bahan peledak.

Kondisi ini menuntut perhatian serius dan sinergi agar sumber daya laut, khususnya terumbu karang, tetap lestari dan produktif, mengingat terumbu karang memiliki nilai sosial ekonomi yang besar bagi masyarakat pesisir di Sultra.

Wadah Lahirnya Usulan Inovatif
Hikmawaty berharap kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah bagi semua pihak untuk memahami secara mendalam mekanisme hibah, persyaratan administrasi dan teknis, serta peluang pendanaan bagi kegiatan konservasi yang berdampak nyata bagi masyarakat pesisir.

โ€œSelain itu diharapkan pula melalui kegiatan ini akan lahir berbagai usulan program inovatif, yang memperkuat pengelolaan kawasan konservasi khususnya pada ekosistem terumbu karang, yang menjadi penopang keanekaragaman hayati laut di Indonesia termasuk di Sulawesi Tenggara,โ€ tambahnya.

Melalui program hibah ini, berbagai pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam menyusun dan mengimplementasikan proposal kegiatan yang berorientasi pada Perlindungan ekosistem pesisir dan laut. Peningkatan kapasitas pengelolaan kawasan konservasi. Pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Yayasan Konservasi Indonesia (KI) sebagai narasumber menjelaskan bahwa tujuan dari program TFCCA di Indonesia adalah memfasilitasi konservasi, perlindungan, restorasi, dan pemanfaatan terumbu karang secara berkelanjutan di Indonesia.

Mekanisme pendanaan program ini merupakan pengalihan hutang untuk alam berdasarkan Undang-Undang Konservasi Hutan Tropis dan Terumbu Karang Amerika Serikat tahun 1998, yang diubah dari TFCA menjadi TFCCA pada tahun 2019.

Lokasi TFCCA ditetapkan pada tiga bentang laut, yaitu. Bentang laut Kepala Burung (Papua, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya). Bentang laut Banda (Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan).

Bentang laut Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT). Tujuan strategis atau Strategic Object (SO) TFCCA mencakup. Pembentukan, restorasi, perlindungan, dan pengelolaan kawasan konservasi.

Pengembangan dan penerapan praktik-praktik pengelolaan sumber daya alam yang berbasis ilmiah. Program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas ilmiah, teknis, dan manajerial.

Restorasi, perlindungan, atau pemanfaatan berkelanjutan biota laut. Penelitian dan identifikasi potensi bahan bioaktif dari biota laut.

Pengembangan dan dukungan terhadap mata pencaharian individu yang bergantung pada ekosistem terumbu karang secara berkelanjutan.
Diharapkan dari kegiatan ini akan lahir beberapa konsep proposal hibah yang lolos seleksi dalam program TFCCA kali ini.

PUBLISHER: MAS’UD