
KENDARI, TEGAS.CO – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari memaparkan data dan rencana penyelenggaraan kegiatan angkutan laut perintis untuk trayek R-54 dan R-55, serta realisasi produksi penumpang dan barang hingga Oktober 2025.
Paparan ini mencakup usulan perubahan rute di masa mendatang, khususnya terkait usulan pelabuhan singgah di Pulau Wawonii.
KSOP Kendari merinci dua jaringan trayek utama yang melayani kawasan tersebut, Jaringan Trayek R-54 (KM. Sabuk Nusantara 84) Trayek ini dilayani oleh KM. Sabuk Nusantara 84 dengan Kapasitas 524 Orang / 100 Ton Barang, dan memiliki rute sebagai berikut, Kendari – Langara – Waodeburi – Banabungi – Bau Bau – Liana – Banggai – Bobong – Sanana – Obi (PP).
Pemerintah setempat mengusulkan agar kapal dapat singgah di Pelabuhan Munse. Namun, karena pelabuhan tersebut dapat menggunakan kapal perintis, Pemerintah Daerah diharapkan memperbaiki akses jalan dari Munse ke Langara (Kota Wawoni) untuk mempermudah akses masyarakat.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍
Jaringan Trayek R-55 (KL. Barombong)
Trayek ini dilayani oleh Kapal Laut (KL.) Barombong dengan Kapasitas 120 Orang / 100 Ton Barang, dan memiliki rute sebagai berikut yakni, Kendari – Wanci – Usuku (P. Tomia) – Papalia (P. Binongko) – Batauga – Bau Bau – Liana – Banggai – Talaga – Sikeli – Pomala – Bulukumba (PP).
Rencana Tahun 2026 Rute trayek R-55 direncanakan tetap pada tahun 2026. Disampaikan pula bahwa untuk kapal tahun 2025, kapal yang beroperasi memiliki bobot 500\ \text{GT}, sedangkan kapal yang dibutuhkan untuk rute ini adalah sekitar 2000\ \text{GT}.
Hal ini disebabkan kondisi perairan Wakatobi yang memiliki ombak tinggi pada saat musim timur.
Jaringan Trayek R-56 (KM. Sabuk Nusantara 82), Trayek ini dilayani oleh KM. Sabuk Nusantara 82 dengan rute, Kendari – Langara – Waodeburi – Pasarwajo – Wanci – Buranga (P. Kaledupa) – Usuku (P. Tomia) – Papalia (P. Binongko) – Kalabahi – Lewoleba (PP).
Rencana Tahun 2026, Rute trayek R-56 akan tetap sama pada tahun 2026. Meskipun jumlah penumpang sudah cukup tinggi, namun jumlah muatan barang masih kurang.
KSOP telah mengusulkan kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk berkolaborasi mencari solusi mengenai hal ini.
KOSP juga melaporkan realisasi produksi angkutan laut perintis KM. Sabuk Nusantara 82 (Trayek R-56) untuk periode Januari s.d. 29 Oktober 2025, Total Penumpang 8.791 Orang, Jumlah Barang Naik 263 Ton
Jumlah Barang Turun 143 Ton,
Total realisasi produksi barang yang diangkut oleh KM. Sabuk Nusantara 82 adalah 406 Ton (263 Ton naik + 143 Ton turun).
Rapat kerja (Raker) yang diselenggarakan oleh Komisi III DPRD Sultra ini sesuai dengan surat undangan Nomor: B/257/109.1.4-A/XI/2025, bertujuan untuk menyelaraskan program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan kebutuhan masyarakat dan rencana pembangunan jangka menengah daerah.
PENULIS: MAS’UD