
KENDARI, TEGAS.CO โ Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadapi polemik internal setelah secara resmi mengusulkan pergantian Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala, dengan Syahrul Said.
Usulan yang tertuang dalam surat bertanggal 30 Oktober 2025 ini memicu protes keras, khususnya dari Kesatuan Rakyat Muna Raya Menggugat (KERAMAT).
Sekretaris DPW Partai Nasdem Sultra, Muh. Tahir La Kimi, membenarkan adanya usulan pergantian tersebut sebagai bagian dari pembenahan struktur dan dinamika internal partai.
Tahir La Kimi secara tidak langsung mengonfirmasi isu yang beredar salah satu alasan utama adalah adanya protes dari anggota fraksi yang menilai kepemimpinan Tariala terlalu dekat dengan pihak eksekutif (Pemerintah Provinsi).
“Ini adalah murni keputusan partai yang telah dipertimbangkan dengan matang,” tegas Tahir La Kimi.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
Di sisi lain, Ketua Umum KERAMAT, Salianto, SM., MM, menilai kinerja Tariala selama ini justru sangat positif dan mampu berkolaborasi dengan baik demi pembangunan Sultra.
Salianto mendesak Nasdem untuk memberikan alasan yang transparan dan mempertanyakan apakah usulan pergantian ini sudah sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Nasdem.
“Usulan penggantian Ketua DPRD oleh DPW, tanpa alasan yang jelas dan terukur, bisa dianggap melampaui wewenang yang diatur dalam AD/ART,” ujar Salianto.
Sebagai bentuk keseriusan, KERAMAT mengancam akan mengepung kantor DPW dan DPP Partai Nasdem jika pergantian La Ode Tariala dipaksakan tanpa dasar yang kuat, menuding hal tersebut sebagai bentuk egoisme internal yang mengorbankan kader terbaik.
Sementara itu, La Ode Tariala terlihat tetap menjalankan tugasnya memimpin rapat DPRD Sultra, menunjukkan sikap profesional di tengah pusaran isu politik internal partainya.
PUBLISHER: MAS’UD