
KENDARI, TEGAS.CO โ Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Ridwan Badallah, berbagi pandangan mendalam mengenai esensi kepemimpinan (leadership) di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah Tahun 2025.
Ditemui saat rehat kegiatan di gedung BPSDM Sultra, Kamis (11/12/2025), Ridwan menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar persoalan keterampilan (skill) semata, melainkan perpaduan antara proses adaptif dan talenta bawaan.
โSaya membantah kalau dikatakan leadership itu terbentuk hanya karena skill. Leadership terbentuk dari dua hal. Pertama melalui sebuah proses yang disebut leadership adaptive, dan kedua melalui talent. Memang dari lahir dia punya karismatik menjadi leader,โ ujar Ridwan.
Lebih jauh, Ridwan menjabarkan konsep kepemimpinan ideal yang merujuk pada Theory U.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
Menurutnya, untuk menjadi pemimpin yang diharapkan, seseorang membutuhkan tiga elemen fundamental.
Elemen pertama adalah kemampuan membangun pola pikir atau mindset. Ridwan menekankan pentingnya transformasi dari pola pikir tetap (fixed mindset) menjadi pola pikir berkembang (growth mindset).
โGrowth mindset yang saya maksud adalah bagaimana seorang pemimpin itu tidak pernah merasa puas dengan keberhasilannya. Dia selalu ingin mencapai puncak-puncak baru. Sementara yang fixed, dia cepat puas dengan satu hal saja,โ jelasnya.
Elemen kedua adalah membangun empati (Open Heart). Ridwan menekankan bahwa pemimpin ideal adalah sosok yang peduli terhadap stafnya.
Ia mencontohkan bagaimana seorang pemimpin menyikapi kesalahan bawahan, seperti keterlambatan atau indisipliner.
โKetika staf membuat kesalahan, pemimpin tidak langsung menjustifikasi. Dia harus investigasi dulu, koreksi, wawancara, dan bertanya dulu penyebabnya, baru memberikan keputusan. Itu empati. Rasa peduli,โ tegas Ridwan.
Poin ketiga yang menjadi penutup konsep kepemimpinan ini adalah Will (Kehendak/Tekad).
Pada tahap ini, seorang pemimpin harus mampu membangun konsep diri dan mengolaborasikannya dengan seluruh elemen organisasi.
โDia sudah punya rasa membangun sebuah konsep sendiri dan bisa mengolaborasikannya kepada seluruh staf di kantor itu. Tujuannya, untuk membangun sebuah organisasi yang sehat, baik, dan energik,โ pungkasnya.
Pernyataan ini disampaikan Ridwan di tengah agenda Rakor yang memang difokuskan untuk memperkuat kapasitas dan mentalitas para perangkat daerah di lingkup Pemprov Sultra menyongsong tahun anggaran 2026.
PUBLISHER: MAS’UD