
KENDARI, TEGAS.CO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengambil langkah agresif dalam upaya reformasi birokrasi. Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Pemprov Sultra berkomitmen menghapus praktik nepotisme dalam pengisian jabatan dengan menerapkan manajemen talenta berbasis sistem merit.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara Sosialisasi Penerapan Manajemen Talenta yang digelar di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, Senin (29/12/2025). Tidak tanggung-tanggung, Gubernur menghadirkan konseptor manajemen talenta nasional, Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl. S.E., M.Eng., sebagai pendamping dalam implementasi sistem ini.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍
Prinsip The Right Man on The Right Place
Dalam arahannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan, manajemen talenta bukan sekadar formalitas administrasi kepegawaian, melainkan fondasi utama dalam menata kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Merit sistem adalah memilih aparatur yang memiliki potensi dan kompetensi sesuai dengan bidangnya. Prinsipnya adalah the right man on the right place,” tegas Gubernur yang akrab disapa ASR ini.
Menurutnya, penerapan sistem merit adalah benteng utama untuk mencegah nepotisme. Dengan sistem ini, pengelolaan ASN—mulai dari penempatan hingga promosi jabatan—didasarkan pada kompetensi, kualifikasi, dan kinerja nyata, sehingga objektivitas dan profesionalisme aparatur dapat terjamin.
Kehadiran Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja menjadi nilai tambah strategis dalam sosialisasi ini.
Sebagai mantan Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB dan peraih penghargaan Sekretaris Daerah Terbaik se-Indonesia (2003), Setiawan membagikan blueprint kesuksesan yang telah diterapkan di Jawa Barat.
Ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan manajemen talenta terletak pada pemetaan PNS menggunakan pendekatan kuantitatif.
“Pemetaan ini menganalisis indikator kompetensi, potensi, serta kualifikasi. Hasilnya digunakan untuk menentukan suksesi, pola karir, pengembangan kompetensi, hingga pola kerja yang tepat,” ujar Setiawan yang kini menjabat sebagai Asesor SDM Aparatur Ahli Utama Pemprov Jabar.
Selain pemetaan, ia juga menekankan pentingnya sistem reward (penghargaan) bagi ASN berprestasi sebagai stimulus motivasi kinerja.
Setiawan mengapresiasi visi Gubernur ASR yang dinilainya visioner dalam menata birokrasi Sultra.
Ia memaparkan tiga pilar utama agar sistem merit berjalan efektif di Sultra yaitu:
Pertam, Transformasi Kelembagaan:
Memerlukan sinergi (cascading kinerja) antara Biro Organisasi, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
Kedua, Implementasi Pemetaan Talenta:
Eksekusi riil terhadap data kompetensi pegawai.
Ketiga, Regulasi:
Penetapan parameter dan aturan main yang jelas bagi seluruh ASN di Sultra.
Langkah ini diharapkan bermuara pada terwujudnya tata kelola ASN Sultra yang berkualitas, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat.
PUBLISHER: MAS’UD