
KENDARI, TEGAS.CO โ Wilayah Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, diguncang gempa bumi tektonik sebanyak dua kali dalam kurun waktu kurang dari satu jam pada Jumat (02/01/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi bahwa kedua gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari Central.
Kepala BBMKG Wilayah IV, Irwan Slamet, ST, M.Si, menjelaskan gempa pertama terjadi pada pukul 11:34:12 WIB dengan magnitudo (M) 3,4.
Episenter gempa ini terletak pada koordinat 4,09 LS dan 122,43 BT, tepatnya berlokasi di darat pada jarak 38 km Timur Laut Konawe Selatan dengan kedalaman 5 km.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kendari Central,” jelas Irwan dalam keterangan tertulisnya.
Guncangan gempa pertama ini dirasakan cukup nyata. Di Konawe Selatan, intensitas gempa tercatat pada skala III โ IV MMI.
Warga melaporkan getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan ada truk berlalu, hingga membuat gerabah pecah serta jendela dan pintu berderik. Sementara di Kendari, getaran dirasakan pada skala III MMI.
Selang kurang dari satu jam, tepatnya pada pukul 12:19:47 WIB, gempa susulan kembali terjadi di wilayah Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Gempa kedua ini memiliki kekuatan lebih kecil, yakni magnitudo 1,6.
Episenter gempa kedua terletak pada koordinat 4,05 LS dan 122,42 BT, berlokasi di darat pada jarak 41 km Timur Laut Konawe Selatan dengan kedalaman 7 km.
Gempa ini dirasakan di Ranomeeto dengan skala intensitas II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG menyatakan belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan yang ditimbulkan akibat kedua gempa tersebut.
“Hingga pukul 13:35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan lainnya,” tambah Irwan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG.
Publisher: Mas’ud