
KENDARI, TEGAS.CO – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menekankan pentingnya peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri Inaugurasi Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tenggara Masa Khidmat 2025–2029 di Hotel Zahra Syariah Kendari, Jumat (9/1/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Bumi Anoa ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi dalam merangkul organisasi kepemudaan dan keagamaan sebagai mitra strategis.
Gubernur menilai, sinergi yang kuat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka mengingatkan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni pergantian jabatan.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍
Lebih dari itu, momentum ini adalah estafet kepemimpinan untuk memperbarui niat pengabdian kepada umat dan bangsa.
“Pembangunan Sulawesi Tenggara tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif generasi muda. GP Ansor memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader pemuda yang tangguh secara fisik, matang secara intelektual, serta kokoh dalam nilai spiritual dan kebangsaan,” tegas Gubernur.
Mantan Pangdam XIV/Hasanuddin ini juga menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi pemuda saat ini.
Derasnya arus globalisasi, disrupsi teknologi, hingga ancaman ideologis menuntut kehadiran pemuda yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan kuat.
Menurutnya, GP Ansor Sultra selama ini telah membuktikan kontribusinya.
Tidak hanya terbatas di ruang keagamaan, organisasi ini dinilai aktif di bidang sosial, kemanusiaan, dan kebudayaan, yang berperan vital dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Sultra.
Pemerintah Provinsi Sultra, lanjut Gubernur, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan GP Ansor.
Kerja sama ini akan difokuskan pada beberapa sektor strategis, antara lain, Pertama. Peningkatan SDM melalui pendidikan kader dan penguatan kepemimpinan.
Kedua Ekonomi Umat yakni, Pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM berbasis komunitas.
Ketiga, Moderasi Beragama adalah Upaya preventif mencegah ekstremisme dan intoleransi.
Ketiga. Sosial Budaya artinya, Pelestarian budaya lokal yang selaras dengan nilai Islam serta isu lingkungan hidup.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada pengurus lama atas dedikasi mereka dan memberikan motivasi kepada pengurus baru.
“Kepada pengurus yang baru, saya ucapkan selamat berkarya. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas demi kemajuan organisasi, Sulawesi Tenggara, dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
PUBLISHER: MAS’UD