Berita UtamaKendariKesehatanSultra

Dinas Kesehatan Sultra Godok Aturan Ambulans Laut Gratis

×

Dinas Kesehatan Sultra Godok Aturan Ambulans Laut Gratis

Sebarkan artikel ini
Dinas Kesehatan Sultra Godok Aturan Ambulans Laut Gratis
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, M.Kes

KENDARI, TEGAS.CO โ€“ Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tengah mematangkan rencana penyediaan layanan ambulans gratis bagi masyarakat.

Program ini merupakan atensi langsung dari Gubernur Sultra, Mayjend (Purn) TNI, Andi Sumangerukka guna memastikan tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan akses rujukan medis maupun pengantaran jenazah karena kendala biaya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dr. Andi Edy Surahmat, M.Kes, menjelaskan, program ini lahir dari keprihatinan Gubernur terhadap kondisi riil di lapangan.

Seringkali masyarakat kesulitan mencari kendaraan untuk memulangkan jenazah keluarga mereka karena ketiadaan biaya, hingga terpaksa menggunakan angkutan umum yang tidak layak.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

“Ke depannya diharapkan tidak ada lagi kesulitan dalam rujukan pasien ke pelayanan kesehatan maupun pemulangan jenazah,” ujar dr. Andi Edy.

Saat ini, Dinkes sedang menyusun regulasi teknis agar anggaran yang digelontorkan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Layanan ini nantinya tidak hanya mencakup rujukan pasien sakit, tetapi juga pengantaran jenazah.

Dr. Andi Edy menegaskan, seluruh dokumen pendukung dan teknis lapangan sedang diselesaikan pada bulan ini (Januari 2026).

“Kami sedang menyelesaikan dokumen teknis dan aturan mainnya. Diharapkan dalam waktu dekat program ini sudah bisa berjalan,” tambahnya.

Mengingat luasnya wilayah Sulawesi Tenggara, Dinas Kesehatan menyadari bahwa mengandalkan unit operasional sendiri tidak akan cukup untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Saat ini, Dinkes baru menyiapkan 4 unit kendaraan. Oleh karena itu, skema kolaborasi akan diterapkan.

Dinkes berencana menggandeng yayasan-yayasan yang memiliki armada ambulans serta fasilitas kesehatan lain seperti Puskesmas dan Rumah Sakit.

Dalam skema ini, jika Dinkes tidak dapat menyediakan kendaraan secara langsung di titik tertentu, pemerintah akan memberikan subsidi biaya operasional.

“Pemerintah dapat membantu dari sisi biaya operasional, seperti bensin atau perawatan bagi yayasan atau mitra yang melayani masyarakat,” jelas dr. Andi Edy.

Selain transportasi darat, pengadaan ambulans laut menjadi perhatian khusus mengingat topografi Sultra yang didominasi wilayah kepulauan.

Gubernur telah memberikan arahan spesifik agar akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dapat terlayani dengan baik.

Saat ini, rencana pengadaan ambulans laut masih dalam tahap kalkulasi anggaran dan studi kelayakan (digodok) untuk menentukan besaran anggaran yang tepat, baik untuk operasional moda transportasi darat maupun laut.

Dengan matangnya persiapan regulasi dan anggaran ini, Pemerintah Provinsi Sultra optimis layanan kesehatan yang inklusif dan gratis dapat segera dinikmati oleh seluruh masyarakat Bumi Anoa.

PUBLISHER: MAS’UD