
WAKATOBI, TEGAS.CO โ Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menggelar aksi Clean Up atau bersih-bersih pantai.
Kegiatan bertajuk “Merawat Alam, Merawat Demokrasi” ini dipusatkan di Pantai Cemara, Desa Wapia-pia, Kecamatan Wangi-Wangi, pada Minggu (15/2/2026).
Ketua KPU Kabupaten Wakatobi, La Deni, menyatakan, aksi ini merupakan inisiatif lembaga untuk mendukung kebijakan Pemerintah Nasional maupun Pemerintah Daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Mengingat status Wakatobi sebagai destinasi wisata dunia, menjaga keindahan alam adalah tanggung jawab kolektif.
“Wakatobi adalah daerah wisata yang telah mendunia. Kebersihan dan keindahannya patut dijaga oleh semua elemen masyarakat, termasuk kami di KPU Kabupaten Wakatobi,” ujar La Deni di sela-sela kegiatan.
Di tengah masa non-tahapan pemilu, La Deni menjelaskan, fokus KPU tidak hanya tertuju pada aktivitas rutin perkantoran, Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), atau Sosialisasi Pendidikan Pemilih.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
Kegiatan sosial seperti ini dinilai penting untuk membangun kedekatan dengan masyarakat dan daerah.
Selain dampak eksternal, aksi ini juga bertujuan untuk, Meningkatkan etos kerja jajaran sekretariat melalui kepekaan lingkungan.
Memupuk solidaritas dan kebersamaan internal lembaga. Implementasi Prinsip Pemilu, yakni perwujudan penyelenggaraan yang ramah lingkungan.
La Deni berharap gerakan sederhana ini mampu memberikan efek domino bagi kesejahteraan warga lokal.
Dengan pantai yang bersih, minat wisatawan untuk berkunjung akan meningkat, yang pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
“Pantai menjadi bersih, wisatawan tertarik berkunjung, tentu berdampak pada perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Menutup penyampaiannya, Ketua KPU Wakatobi menegaskan, aksi serupa akan terus diupayakan di masa mendatang.
Ia juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan lembaga atau instansi lain guna memperluas jangkauan aksi pelestarian lingkungan di Bumi Wangi-Wangi.
PUBLISHER: MAS’UD
