
BAUBAU, TEGAS.CO – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangeruka, menggelar Safari Ramadan di Rumah Jabatan Wali Kota Baubau, Kamis (5/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah yang dipimpinnya.
Andi Sumangeruka menyampaikan bahwa sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025, masih banyak persoalan yang belum terselesaikan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Saya menyadari masih banyak kekurangan yang belum terselesaikan, baik masalah kesehatan, pendidikan, maupun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍
Pada momentum Ramadan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pelayanan yang dinilai belum maksimal.
“Saya bersama Ir. Hugua memohon maaf karena pelayanan-pelayanan itu belum maksimal, dan saya akui itu,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh unsur kesengajaan, melainkan karena keterbatasan anggaran serta kebijakan efisiensi dan fiskal yang berdampak pada pelaksanaan program pembangunan.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tetap berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing daerah.
“Bukan karena unsur kesengajaan, tetapi karena keterbatasan. Di bulan Ramadan yang baik ini, saya mengajak kita semua untuk bersabar dan ikhlas. Dengan kesabaran dan keikhlasan, apa yang menjadi harapan kita insyaallah akan terealisasi,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa di tengah keterbatasan yang ada, Pemprov Sultra akan tetap memprioritaskan program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami masih memiliki waktu untuk menuntaskan dan menyelesaikan kewajiban-kewajiban tersebut,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target pembangunan tersebut, Andi Sumangeruka berharap adanya kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, para pemangku kepentingan, serta seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Kami mohon doa, restu, dukungan, dan kolaborasi dari seluruh pihak. Dengan kemampuan dan keterbatasan yang kita miliki, kita harus menetapkan asas prioritas agar pembangunan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
JSR