Berita UtamaInternasional

Kapten Kapal Asal Sulawesi Selatan Hilang di Selat Hormuz Iran

×

Kapten Kapal Asal Sulawesi Selatan Hilang di Selat Hormuz Iran

Sebarkan artikel ini
Kapten Kapal Asal Sulawesi Selatan Hilang di Selat Hormuz Iran
Kapten Kapal Asal Sulawesi Selatan Hilang di Selat Hormuz Iran

INTERNASIONAL, TEGAS.CO – Perang Amerika Serikat-Israel dengan Republik Islam Iran menewaskan seorang warga Sulawesi Selatan (SulSel) berpangkat Kapten.

Dilansir dari salah satu akun tiktok menulis, Seorang warga asal Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dilaporkan hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah.

Korban diketahui bernama CAPT Miswar Maturusi, yang bekerja sebagai kapten kapal Tugboat Musaffah 2 milik perusahaan Abu Dhabi Port.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyatakan, tiga dari empat anak buah kapal (ABK) yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) menghilang usai kapal tugboat Mufassah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) meledak dan tenggelam di Selat Hormuz, antara perairan UEA dan Oman pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

Informasi tersebut diperoleh melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan KBRI Muscat.

Hingga kini, keluarga masih menunggu kabar terbaru mengenai kondisi korban setelah kapal yang dinakhodainya dilaporkan mengalami insiden di tengah pelayaran.

Centang Biru: Pesan Bisu untuk Anaknya

Keluarga korban mengatakan bahwa komunikasi terakhir korban dengan keluarga terjadi pada Rabu (4/3/2026).

Saat itu Miswar masih sempat berbicara dengan istrinya dan menyampaikan rencana perjalanan pelayaran yang akan dilakukannya.

Terakhir kali ia berbicara dengan istrinya pada hari Rabu dan menyampaikan bahwa dirinya akan melakukan perjalanan menuju lokasi kerjanya.

Pada Kamis (5/3/2026) siang sekitar pukul 13.00 WITA, korban masih sempat membuka pesan dari anaknya melalui aplikasi percakapan.

Namun, pesan tersebut tidak sempat dibalas. Pesan itu hanya terbaca dengan tanda “centang biru.” (*) Sumber klik disini

PUBLISHER: MAS’UD