Berita UtamaMuna

Jejak Syiar MUI Muna di Masjid Al Furqon

×

Jejak Syiar MUI Muna di Masjid Al Furqon

Sebarkan artikel ini
Jejak Syiar MUI Muna di Masjid Al Furqon
Jejak Syiar MUI Muna di Masjid Al Furqon

MUNA, TEGAS.CO – Dini hari itu, Senin (9/3/2026), udara Desa Pola terasa lebih dingin dari biasanya. Namun, di dalam kerangka Masjid Al Furqon yang masih berselimut debu semen dan mimpi-mimpi pembangunan yang belum usai, sebuah kehangatan baru saja menyala.

Di bawah temaram lampu dan sisa gema doa malam, sebuah mimbar kayu baru berdiri tegak, sebuah kado dari hati untuk rumah Tuhan.

Perjalanan Safari Ramadan 1447 H kali ini bukan sekadar tentang ceramah di atas podium. Bagi Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muna, ini adalah tentang “menyempurnakan yang kurang”.

Dipimpin oleh Dr. La Ismeid, S.Pd., M.Pd. (Ketua Komisi Infokom MUI Muna) dan menggandeng La Ode Ali, S.Kep., Ners (Ketua Forum Tenaga Kesehatan Muna), rombongan ini membawa lebih dari sekadar raga, mereka membawa simbol perjuangan dakwah.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘

Di tengah struktur bangunan yang masih berjuang untuk utuh, penyerahan satu unit mimbar itu berlangsung sangat sederhana.

Tak ada seremoni mewah, hanya ada ketulusan yang terpancar dari wajah-wajah yang lelah namun bahagia.

Dr. La Ismeid, yang sehari-hari juga mengawal arus informasi sebagai Direktur Utama Potretterkini.id, menatap sudut-sudut masjid dengan haru.

Baginya, melihat Masjid Al Furqon yang masih dalam tahap pembangunan adalah sebuah panggilan.

“Kami melihat masjid ini sedang berbenah, sedang tumbuh. Inisiatif menyumbangkan mimbar ini adalah langkah kecil agar napas ibadah, terutama khutbah dan ceramah di bulan suci ini, memiliki tempat yang layak,” ujar La Ismeid lembut di sela kegiatan.

Kehadiran mimbar tersebut disaksikan langsung oleh tokoh senior MUI Muna, H. La Pata Abdu, S.Pd., M.Pd.

Di mata para jamaah yang hadir, mimbar itu bukan sekadar furnitur kayu, melainkan “lidah” bagi para khatib yang akan menyuarakan kebaikan selama sisa Ramadan dan tahun-tahun mendatang.

Ustadz Darusalam, S.Kep. Gr., yang memikul tanggung jawab ganda sebagai Ketua Pembangunan Masjid sekaligus Ketua MUI Kecamatan Pasir Putih, menerima bantuan tersebut dengan mata berbinar.

Baginya, bantuan ini adalah jawaban atas doa-doa jamaah Pola yang merindukan fasilitas ibadah yang memadai.

β€œIni bukan hanya bantuan fisik, tapi penyemangat bagi kami untuk terus membangun. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkap Ustadz Darusalam dengan nada bergetar.

Malam itu, Safari Ramadan di Desa Pola ditutup dengan sebuah keyakinan baru. Bahwa di balik semen yang belum kering dan tiang yang belum dicat, semangat gotong royong antara ulama dan tenaga kesehatan di Muna telah memasang satu lagi kepingan puzzle untuk kenyamanan beribadah umat.

PUBLISHER: MAS’UD