Berita UtamaOpini

Fokus Nambang dan Lupa Janji Bangun Smelter, Pemerintah Harus Hentikan Aktivitas PT SCM

×

Fokus Nambang dan Lupa Janji Bangun Smelter, Pemerintah Harus Hentikan Aktivitas PT SCM

Sebarkan artikel ini

Fokus Nambang dan Lupa Janji Bangun Smelter, Pemerintah Harus Hentikan Aktivitas PT SCM

Oleh: Hendro Nilopo

(Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum – Ampuh Sultra)

Eksistensi PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) kini tengah berada di bawah radar kritis publik. Perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe ini dinilai telah mengingkar komitmen utamanya yakni membangun pabrik pemurnian biji nikel atau smelter.

Kehadiran PT SCM pada awalnya disambut dengan tangan terbuka oleh masyarakat Sultra.

Harapannya jelas, yakni hilirisasi industri yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah.

Namun, realita di lapangan justru menunjukkan arah yang berbeda. Rencana pembangunan smelter seolah menguap, berganti menjadi aktivitas pertambangan nikel konvensional yang serupa dengan pemegang IUP lainnya.

Awalnya banyak pihak yang memberikan dukungan penuh kepada PT SCM karena janji pembangunan pabrik di Routa.

Namun, fakta yang terlihat saat ini justru menunjukkan perusahaan jauh lebih aktif melakukan eksploitasi dan penjualan ore ketimbang meletakkan batu pertama pembangunan industri pemurnian.

Data menunjukkan bahwa pada semester I tahun 2025 saja, PT SCM dikabarkan telah memproduksi sekitar 6,9 juta metrik ton nikel di Routa.

Angka produksi yang fantastis ini semakin memperkuat dugaan bahwa fokus perusahaan telah bergeser sepenuhnya pada pengerukan kekayaan alam semata.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

“Sudah lebih dari 10 tahun proses berjalan, bahkan Amdal sudah tuntas sejak tahun 2022. Tapi sampai detik ini tidak ada tanda-tanda pembangunan smelter. Mereka hanya fokus menambang dan hasilnya dijual ke luar, ke Morowali.”

Perlu digarisbawahi bahwa PT SCM menikmati “karpet merah” dari pemerintah berupa Wilayah IUP Terluas di Sulawesi Tenggara dan Kuota Produksi Terbesar di wilayah tersebut.

Kami menilai keistimewaan ini diberikan pemerintah karena adanya komitmen investasi strategis berupa pembangunan smelter.

Jika komitmen tersebut tidak direalisasikan, maka legitimasi atas luas wilayah dan kuota produksi besar tersebut patut dipertanyakan kembali.

Melihat kondisi ini, Ampuh Sultra mendesak Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh aktivitas operasional PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe sampai ada kejelasan progres pembangunan smelter.

Melakukan peninjauan ulang terhadap luas wilayah IUP dan besaran kuota produksi yang diberikan.

Memeriksa kembali kepatuhan perusahaan terhadap pakta integritas investasi yang pernah dijanjikan.

Jangan sampai kekayaan alam Sultra dikuras habis tanpa meninggalkan jejak industri yang berkelanjutan bagi anak cucu kita.

Pemerintah tidak boleh kalah oleh janji manis korporasi yang hanya mengejar profit dari penjualan bahan mentah.

Janji adalah hutang, dan smelter adalah harga mati untuk keberlanjutan ekonomi Konawe.