BaubauBerita Utama

Amirul Tamim Tegaskan Fokus Pembangunan Baubau pada Masyarakat

×

Amirul Tamim Tegaskan Fokus Pembangunan Baubau pada Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Amirul Tamim Tegaskan Fokus Pembangunan Baubau pada Masyarakat
Amirul Tamim Tegaskan Fokus Pembangunan Baubau pada Masyarakat

BAUBAU, TEGAS.CO — Kota Baubau harus terus bergerak maju, meski anggaran terbatas. Demikian tegas Dr. H MZ Amirul Tamim, M.Si., anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara, saat membuka sesi pemaparan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Baubau Tahun 2027 di aula Kantor Wali Kota, Senin (8/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Amirul Tamim menekankan bahwa pembangunan Kota Baubau harus berlandaskan pada kemampuan masyarakat dan daya saing daerah, bukan semata-mata pada angka APBD.

“Jangan hanya menghitung anggaran, hitunglah kemampuan masyarakat. Efisiensi bukan alasan untuk tidak berbuat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan ruang publik strategis seperti Pantai Kamali, Kotamara, Palagimata, dan Wantiro harus dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Desain tata ruang yang cermat, kata Amirul Tamim, akan menjadi fondasi kota yang siap menjadi calon ibu kota provinsi.

“Efisiensi itu bukan soal mahal atau murah, tapi soal visi. Tetapkan kawasan, diskusikan dengan wakil rakyat, libatkan teknokrat, dan pastikan Baubau bergerak maju,” ujarnya.

Amirul Tamim Tegaskan Fokus Pembangunan Baubau pada Masyarakat
Amirul Tamim Tegaskan Fokus Pembangunan Baubau pada Masyarakat

Selain itu, Amirul Tamim menekankan pentingnya optimalisasi hinterland sebagai kawasan pertahanan, pergudangan, dan jalur transportasi strategis, termasuk pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan Baubau dengan Buton Selatan.

Penguatan transportasi udara juga menjadi prioritas untuk meningkatkan konektivitas Baubau dengan seluruh wilayah Indonesia, memperkuat posisi kota sebagai pusat pertumbuhan di kawasan timur.

Kota Baubau, yang terletak di pesisir barat daya Pulau Buton, memiliki luas sekitar 295 km² dan populasi lebih dari 161.000 jiwa (2023), menjadikannya kota terbesar kedua di Provinsi Sulawesi Tenggara setelah Kendari.

Kota ini berperan sebagai pusat ekonomi, perdagangan, jasa, dan budaya penting di wilayah timur Indonesia.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Baubau tercatat 0,775, menunjukkan kemajuan sosial-ekonomi yang terus berkembang.

Secara ekonomi, Baubau mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp7,449 triliun pada 2023, dengan sektor perdagangan, konstruksi, dan pertanian menjadi kontributor utama.

Pertumbuhan PDRB tahun itu mencapai 3,38 persen, lebih lambat dibanding tahun sebelumnya, sementara sektor jasa menjadi penggerak utama pertumbuhan.

Di sisi lain, sektor manufaktur mencatat kontraksi, menunjukkan dinamika ekonomi yang masih perlu perhatian.

Demografis Baubau didominasi penduduk usia produktif (14–34 tahun), dengan partisipasi angkatan kerja tinggi dan tingkat pengangguran relatif rendah.

Namun, kota ini menghadapi tantangan inflasi regional; pada November 2025, inflasi mencapai 3,95 persen, salah satu yang tertinggi di provinsi, akibat kendala distribusi barang kebutuhan pokok.

Selain itu, pembangunan pesisir dan pemanfaatan lahan di Baubau membutuhkan perencanaan matang untuk menjamin keberlanjutan ekologi, sosial, dan ekonomi, sehingga tata ruang kota tetap harmonis dengan pertumbuhan masyarakat dan ekonomi.

JSR