
KENDARI, TEGAS.CO – Dalam suasana khidmat Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya keharmonisan hubungan antara eksekutif dan legislatif.
Momentum ini bertepatan dengan perayaan hari jadi Provinsi Sulawesi Tenggara yang ke-62.
Di hadapan para anggota dewan dan tamu undangan, Andi Sumangerukka mengawali sambutannya dengan permohonan maaf yang tulus.
Ia merefleksikan masa jabatannya selama satu tahun dua bulan terakhir bersama Wakil Gubernur, mengakui adanya kekurangan dalam pola komunikasi yang terbangun selama ini.
“Mari kita buka keran komunikasi yang lebih baik. Tidak ada kata terlambat. Saya berharap kita dapat melakukan pertemuan-pertemuan yang tidak hanya sekadar formalitas, tetapi lebih menyentuh dan produktif bagi pembangunan daerah,” ujar Andi Sumangerukka disambut tepuk tangan hadirin.
Sentuhan Humanis Lewat Pantun
Suasana rapat yang semula kaku menjadi lebih cair ketika Gubernur mencoba menjawab tantangan Ketua DPRD untuk berbalas pantun.
Meski mengaku belum sempat membaca teks pantunnya, ia menyisipkan cerita menarik tentang kebijakan bersepeda setiap hari Kamis di Sultra.
Andi Sumangerukka sempat berseloroh mengenai kebingungannya apakah harus datang ke kantor DPRD menggunakan jas formal atau baju olahraga sesuai aturan hari bersepeda.
Namun, ia menegaskan keputusannya untuk tetap menjaga marwah institusi dengan hadir berpakaian dinas lengkap.
Pantun Penutup Gubernur
“Bersepeda dari desa ke kota
Istirahat sejenak di bawah pohon cemara.
Selamat ulang tahun daerah tercinta,
Bekerja produktif untuk Sultra sejahtera”.
Visi Kesuksesan Bersama
Menutup pidatonya, Gubernur menekankan sebuah pesan bijak mengenai kerja sama tim.
Menurutnya, kesuksesan Sulawesi Tenggara tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja, melainkan melalui pergerakan kolektif seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.
“Jika semua orang bergerak maju bersama, maka kesuksesan akan berhasil diraih dengan bersama-sama pula,” pungkasnya dengan rendah hati.
Acara ini menjadi simbol keterbukaan diri pemerintah provinsi untuk terus berbenah demi mewujudkan visi pembangunan yang lebih inklusif dan harmonis di Bumi Lulo.
PUBLISHER: MAS’UD