
TEGAS.CO,BAUBAU– Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-14 tingkat Kota Baubau tahun 2026 resmi dibuka dalam suasana meriah dan penuh khidmat, yang diawali dengan pawai ta’aruf kafilah dari seluruh kecamatan, organisasi, serta berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori internasional, Muhammad Zian Fahrezi, yang memukau para hadirin.
Selanjutnya, Wali Kota Baubau melantik dewan hakim, yang dirangkaikan dengan penyerahan piala bergilir MTQ dari Kecamatan Kokalukuna kepada panitia penyelenggara untuk kembali diperebutkan oleh para peserta.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dalam kondisi cuaca yang mendukung.
“Alhamdulillah, meskipun sempat diguyur gerimis, menjelang pawai dan pembukaan cuaca kembali cerah dan teduh. Ini merupakan rahmat dari Allah SWT sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini dirancang lebih terbuka dan meriah agar dapat diketahui serta dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memuliakan Al-Qur’an sekaligus menyiapkan kafilah terbaik yang akan mewakili Kota Baubau ke tingkat provinsi hingga nasional,” tambahnya.
Kehadiran qori muda berprestasi internasional, Muhammad Zian Fahrezi, turut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan mendalami Al-Qur’an.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Baubau menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh penyelenggaraan MTQ sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat yang religius dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Ia menekankan bahwa MTQ tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana syiar Islam yang harus dilaksanakan secara terbuka, bermartabat, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“MTQ bukan sekadar lomba, melainkan momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan secara pantas, terhormat, dan memberi dampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota juga berharap kegiatan ini mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang dapat mengharumkan nama Kota Baubau di tingkat provinsi hingga nasional.
Selain itu, ia turut mengapresiasi sinergi seluruh pihak, termasuk LPTQ dan Kantor Kementerian Agama Kota Baubau, yang telah berkontribusi sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Al-Qur’an, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan wakaf Al-Qur’an oleh Ketua LPTQ kepada pengurus masjid besar se-Kota Baubau
Sebagai penutup seremoni pembukaan, dilakukan penaikan bendera LPTQ yang diiringi lagu Hymne MTQ, menandai secara resmi dimulainya seluruh rangkaian MTQ ke-14 tingkat Kota Baubau tahun 2026.
Laporan: JSR
Editor: Yusrif