Berita UtamaSultra

52 Ton Beras dan 3.060 Liter Minyak Disalurkan Pemprov Sultra untuk Enam Daerah Terdampak Banjir

291
×

52 Ton Beras dan 3.060 Liter Minyak Disalurkan Pemprov Sultra untuk Enam Daerah Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Foto bersama disela-sela penyaluran bantuan beras dan minyak goreng bagi warga terdampak banjir di enam kabupaten/kota se Sultra

TEGAS.CO,. SULAWESI TENGGARA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menyalurkan bantuan pangan darurat bagi ribuan warga terdampak banjir di enam kabupaten/kota.

Sebanyak 52 ton beras dan 3.060 liter minyak goreng didistribusikan serentak melalui gudang Bulog di masing-masing wilayah, Rabu (13/5/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, menegaskan penyaluran bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini gerak cepat pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak. Pangan harus kita kedepankan,” ujarnya.

Distribusi dilakukan di Kota Kendari, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, dan Konawe Utara. Ari menjelaskan, sistem penyaluran menggunakan gudang Bulog terdekat agar bantuan segera diterima warga.

“Insya Allah masyarakat sudah mulai menerima bantuan pangan hari ini,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh warga terdampak banjir akan memperoleh bantuan tanpa perbedaan perlakuan. Data korban digunakan sebagai dasar penentuan jumlah bantuan di tiap wilayah.

“Semua masyarakat terdampak kita bantu. Tidak ada yang dibedakan,” tegasnya.

Di Kendari, bantuan diterima Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, bersama Dinas Ketahanan Pangan. Ia menjelaskan beras yang disalurkan merupakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari pusat dan harus segera keluar dari gudang Bulog sesuai arahan.

Beras kemudian dikemas ulang di gedung eks media center Rujab Wali Kota Kendari sebelum disalurkan melalui Dinas Sosial hingga tingkat RT.

Nismawati menekankan mekanisme penyaluran CPP berbeda dengan bantuan biasa karena dihitung berdasarkan jumlah jiwa dalam rumah tangga.

“Kalau ada 10 jiwa dalam satu rumah maka mendapat 21 kilogram beras. Kalau tiga jiwa berarti 6,3 kilogram. Jadi distribusinya harus benar-benar disesuaikan dengan data korban,” jelasnya.

Ia mengakui proses distribusi cukup menantang karena beras masih dalam karung 50 kilogram sehingga perlu dipisahkan sesuai jumlah penerima.

Meski demikian, pemerintah memastikan penyaluran dilakukan bertahap hingga seluruh masyarakat terdampak banjir menerima bantuan pangan.

Editor: Yusrif