
TEGAS.CO, BAUBAU – Universitas Muslim Buton memberikan penghargaan kepada tiga tokoh inspiratif Kepulauan Buton dalam kategori Seniman, Budayawan, dan Pelestari Local Wisdom. Rabu (20/5/26)
Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Al-Munawwara UMU Buton sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-7 UMU Buton sekaligus Closing Ceremony UMU Entrepreneur Expo (UEE) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para tokoh dalam menjaga, melestarikan, serta memperkenalkan seni, budaya, dan kearifan lokal Kepulauan Buton kepada masyarakat luas.
Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Kepulauan Buton, Ibrahim Marsela.
Adapun penerima penghargaan dalam kegiatan tersebut, yakni:
- Kategori Budayawan diberikan kepada La Ode Alirman.
- Kategori Seniman diberikan kepada Yayasan Kesenian La Ode Umuri Bolu.
- Kategori Pelestari Local Wisdom diberikan kepada Wawan Erwiansyah.
Sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah berkontribusi dalam menjaga marwah budaya, seni, sejarah, serta nilai-nilai kearifan lokal di wilayah Kepulauan Buton.
Dalam sambutannya, penerima penghargaan kategori Pelestari Local Wisdom, Wawan Erwiansyah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh UMU Buton.
Ia menyebut penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kehormatan pribadi, tetapi juga motivasi untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya serta sejarah Buton kepada generasi sekarang maupun generasi mendatang.
“Budaya dan kearifan lokal adalah identitas serta warisan berharga yang harus dijaga bersama. Penghargaan ini saya persembahkan untuk keluarga, masyarakat Kepulauan Buton, pegiat budaya, pemandu wisata, Media Center Benteng Keraton Buton, dan seluruh pihak yang selama ini ikut menjaga marwah budaya Buton agar tetap hidup dan dikenal luas,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Kepulauan Buton Ibrahim Marsela, Rektor Universitas Muslim Buton, Dr. La Ode Rasmin, Ketua Panitia Pelaksana La Ode Muh. Alfian Zaadi, serta seluruh civitas akademika dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dan penghargaan tersebut.
Melalui momentum Dies Natalis ke-7 ini, diharapkan sinergi antara akademisi, pegiat budaya, dan masyarakat terus terjalin dalam upaya pelestarian budaya serta pengembangan kearifan lokal demi kemajuan daerah dan generasi masa depan.
Laporan: JSR