Wawali Baubau: Guru Harus Jadi Garda Terdepan Pembentuk Karakter Bangsa di Era Digital

Wawali Baubau: Guru Harus Jadi Garda Terdepan Pembentuk Karakter Bangsa di Era Digital
Wawali Baubau: Guru Harus Jadi Garda Terdepan Pembentuk Karakter Bangsa di Era Digital

BAUBAU, TEGAS.CO – Guru dituntut tidak hanya menjadi pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, saat mengukuhkan 253 pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Baubau yang terdiri atas pengurus delapan cabang kecamatan dan tiga cabang khusus.

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Konferensi Kerja Kota PGRI Tahun 2026 di Aula Palagimata, Senin (3/8/2026).

PGRI Kota Baubau sendiri memiliki struktur kepengurusan yang terdiri atas 23 pengurus tingkat kota dan 21 pengurus pada masing-masing cabang. Organisasi profesi tersebut saat ini menaungi sekitar 1.500 guru yang tersebar di berbagai satuan pendidikan di Kota Baubau.

Dalam sambutannya, Wa Ode Hamsinah Bolu mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah wajah pendidikan.

Karena itu, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan peran utamanya sebagai pembentuk karakter peserta didik.

“Guru bukan lagi sekadar mengajar di dalam kelas, tetapi menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter bangsa dan peradaban. Di tengah era transformasi digital, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks karena peserta didik tumbuh berdampingan dengan perkembangan teknologi informasi yang bergerak sangat cepat,” ujarnya.

Menurutnya, pengurus PGRI yang baru dikukuhkan mengemban amanah besar untuk memperkuat organisasi profesi guru hingga ke tingkat cabang.

PGRI diharapkan menjadi wadah yang mampu meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru, memperkuat solidaritas antaranggota, memberikan perlindungan profesi, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan.

Ia juga meminta agar Konferensi Kerja PGRI menghasilkan program yang realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi para guru.

“Susunlah program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan guru di lapangan dan meningkatkan mutu proses belajar mengajar di sekolah. Pemerintah Kota Baubau akan terus membuka ruang sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya kesejahteraan dan kapasitas guru,” katanya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh guru memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab sebagai sarana pembelajaran, sekaligus tetap mengedepankan pembentukan karakter peserta didik.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PGRI terus diperkuat demi mewujudkan Baubau sebagai Kota Budaya yang Ramah, Cerdas, Sejahtera, dan Bermartabat melalui pendidikan yang berkualitas dan merata.

Sementara itu, perwakilan PGRI Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Kasmawati, M.Pd., mengatakan PGRI terus berkomitmen meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan, baik secara luring maupun daring.

Menurutnya, peningkatan kapasitas guru menjadi faktor penting dalam menunjang pengembangan karier sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.

Ia juga mengapresiasi PGRI Kota Baubau yang dinilai menjadi salah satu daerah berprestasi dalam pengelolaan organisasi, baik dari sisi ketepatan penyampaian laporan maupun keaktifan mengikuti berbagai program dan kegiatan di tingkat provinsi.

JSR

Komentar