
KENDARI, TEGAS.CO – Krisis pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penghentian aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) bukan sekadar persoalan ekonomi regional, melainkan ujian nyata bagi kesadaran sosial masyarakat.
Komunitas Sahabat Pena menginisiasi Lomba Menulis Jurnalistik guna membedah dampak sosial-ekonomi yang dialami warga terdampak.
Inisiatif independen ini mendapat apresiasi dari manajemen PT WIN dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M.Ling menegaskan, pembangunan sejati terletak pada dimensi psikologis dan kesadaran emosional masyarakat untuk saling menguatkan di tengah krisis.
Beliau menyoroti, setiap pihak bergerak berdasarkan mandatnya. pengusaha mengejar keuntungan, pejabat desa memiliki kewenangan terbatas, dan pemerintah menjalankan undang-undang.
Namun, kesadaran kolektif tetap diperlukan untuk menjaga tanggung jawab sosial dan keberlanjutan hidup bersama.
Dalam konteks ini, wartawan memegang peran vital untuk menjaga stabilitas emosional publik melalui berita yang jujur dan berimbang.
Di balik dinamika PHK dan tantangan industri, krisis hendaknya tidak disikapi dengan keputusasaan.
Kesulitan hidup justru membuka ruang refleksi untuk menemukan hikmah dan peluang baru yang lebih besar.
Melihat lanskap yang lebih luas, peradaban dan pusat ekonomi dunia sedang bergeser ke Asia.
Meskipun ketegangan geopolitik terjadi di kawasan strategis seperti Selat Hormuz, Selat Bab-el-Mandeb, dan Selat Taiwan, fenomena ini merupakan bagian dari proses alam semesta mencari keseimbangan.
Indonesia sendiri memiliki posisi tawar yang sangat kuat untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama dunia pada 2045 melalui penguasaan tiga pilar kedaulatan.
“Swa-sembada Pangan menjadi fondasi utama pemenuhan kebutuhan dasar seluruh masyarakat. Swa-sembada Energi memperkuat kemandirian nasional melalui pengembangan energi terbarukan seperti program B50. Swa-sembada Air meruoakn keunggulan strategis ketersediaan air bersih yang melimpah dibanding wilayah lain di dunia,” ucap Hugua saat menyampaikan paparannya diacara pengumuman lomba menulis yang digelar sahabat pena di salah satu hotel di Kendari, Sabtu 22 Agustus 2026.
Kata Hugua, keseimbangan ekosistem lingkungan hidup tetap menjadi syarat mutlak yang harus dijaga bersama.
Kelestarian lingkungan menentukan keberlanjutan pasokan air bersih, kualitas udara, serta kesejahteraan para petani dan nelayan.
Melalui kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dan pengusaha, krisis yang dialami masyarakat terdampak PT WIN diharapkan dapat bertransformasi menjadi langkah baru menuju kemandirian yang lebih kuat.
Kesempatan menulis yang digagas Sahabat Pena menjadi momentum bagi para jurnalis untuk mengawal perubahan sosial secara bijaksana.
PUBLISHER: SI PULANG







Komentar