
BAUBAU, TEGAS.CO – Usianya telah memasuki setengah abad. Namun, bagi Hasriyana, S.Pd., bertambahnya usia bukanlah alasan untuk berhenti bergerak, berekspresi, dan menebarkan energi positif.
Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMP Negeri 2 Baubau ini belakangan mendadak viral di media sosial usai mengunggah aksi jogetnya yang penuh percaya diri dengan iringan lagu “Operator Naikkan Bass” karya Tomba Sound.
Di balik penampilannya yang ekspresif dan terkesan eksentrik, tersimpan perjalanan dedikasi panjang seorang perempuan yang telah mengabdikan seperempat abad hidupnya mendidik generasi bangsa.
Perjalanan akademik Hasriyana dimulai pada tahun 1995 di Jurusan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi Ekonomi Koperasi.
Mengarungi masa perkuliahan selama lima tahun, ia berhasil lulus pada tahun 2000 dengan merengkuh predikat Wisudawan Terbaik II.
Pengabdiannya di ruang kelas dimulai tak lama kemudian. Tepat pada 1 Juni 2001, Hasriyana mengajar sebagai guru honorer di SMP Negeri 2 Baubau.
Pengabdian tersebut berbuah manis ketika ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada April 2004.
Setelah satu dekade mengampu mata pelajaran IPS dan Ekonomi, ia kemudian beralih mengemban amanah sebagai guru BK sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Sisi lain Hasriyana yang periang mencuri perhatian publik tatkala ia menjadi model riasan untuk Jo Raffa.
Usai dirias, secara spontan ia membuat video dance menggunakan musik yang pernah ia nikmati bersama sahabat-sahabatnya, Micchiko, Harumi, dan Nelly saat menghadiri sebuah acara di Tolandona. Video tersebut lantas tersebar luas di jagat maya.
Namun, Hasriyana menekankan, aksi spontan tersebut menyimpan filosofi mendalam. Jargon “Naikkan Bass” ia maknai secara mendalam sebagai seruan untuk meningkatkan daya juang dan semangat hidup.
“Umur bukan alasan. Kita harus tetap aktif dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” tegas Hasriyana.
Bagi Hasriyana, jargon tersebut merangkum ajakan serba luas. Semangat menuntut ilmu bagi para pelajar, semangat berkarya bagi para pekerja, serta keberanian menjalani hidup secara aktif bagi siapa saja tanpa terhalang batas usia.
Sikap independen Hasriyana tercermin dari keteguhan hatinya dalam menentukan arah hidup, tetap bugar, rutin berolahraga, dan tidak membiarkan stigma usia membatasi potensinya.
Keberaniannya untuk tampil beda membuktikan bahwa peran profesional sebagai pendidik dan kebebasan mengekspresikan diri dapat berjalan seiring secara harmonis.
Lewat keberaniannya tampil penuh percaya diri, Hasriyana berharap dapat merangkul sesama perempuan seusianya agar tidak membatasi diri.
Di sisi lain, ia juga menaruh harapan besar agar generasi muda terpacu memiliki energi yang jauh lebih besar dalam mengejar cita-cita.
Aksi dance yang viral mungkin sekadar pintu masuk publik mengenal sosoknya.
Namun, dedikasi 25 tahun mengabdi di dunia pendidikan Baubau menegaskan integritasnya, hidup harus terus dijalani dengan keberanian, keceriaan, dan manfaat yang nyata bagi sesama.
JSR







Komentar