
KENDARI, TEGAS.CO – Suasana Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak tegang menjelang Sidang Paripurna Pengusulan Pergantian Ketua DPRD Sultra, Senin (24/8/2026).
Agenda resmi yang seharusnya membahas pergantian La Ode Tariala oleh Sudarmanto Saeka justru diwarnai aksi nekat seorang warga yang mengatasnamakan “Fraksi Rakyat”.
Insiden bermula ketika jadwal sidang molor hingga satu jam akibat mayoritas anggota dewan tak kunjung hadir memenuhi kuorum.
Kondisi ini memicu kekesalan Mustaqim Sidik, yang diketahui merupakan Wakil Ketua Partai NasDem Sultra sekaligus warga yang hadir di lokasi sejak pagi.
Tanpa hak resmi sebagai anggota dewan, Mustaqim tiba-tiba naik ke podium pimpinan, menduduki kursi Ketua DPRD Sultra, dan mengambil alih pengeras suara.
Ia lantas mengumumkan bahwa persidangan hari itu diambil alih oleh “Fraksi Rakyat” sebagai bentuk protes atas krisis kedisiplinan para wakil rakyat yang dinilai mengabaikan agenda penting daerah.
“Ini gedung rakyat! Semua punya hak untuk berbicara di sini!” teriak Mustaqim saat dihampiri oleh staf sekretariat DPRD Sultra.
Aksi tersebut langsung direspons cepat oleh sejumlah staf dewan yang bergerak mengamankan area podium.
Meski sempat memicu perdebatan sengit dan ketegangan di ruang sidang, Mustaqim akhirnya berhasil dikawal keluar dari ruang paripurna.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD Sultra maupun DPW Partai NasDem Sultra terkait tindakan yang dilakukan oleh kadernya tersebut.
PUBLISHER: SI PULANG







Komentar