KGI Gelar Forum Ekonomi Regional Sulawesi Bahas Ekoteologi di Kendari

KGI Gelar Forum Ekonomi Regional Sulawesi Bahas Ekoteologi di Kendari
Founder & CEO Kabar Group Indonesia, Upi Asmaradhana (Kedua kiri) bersama Wagub Sultra, Dr. Ir. Hugua, M. Ling dan sejumlah tamu penting lainnya pada acara FER di Kendari, Rabu 26 Agustus 2026. Foto: MAS’UD

KENDARI, TEGAS.CO – Kabar Group Indonesia (KGI) menggelar Forum Ekonomi Regional Sulawesi Seri VII di Amphitheater Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Qaimuddin Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (26/8/2026).

Forum bertema “Mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Ekoteologi” ini digelar sebagai upaya merumuskan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi daerah dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) KGI dalam menyambut hari jadi ke-17 perusahaan media tersebut pada 29 Agustus mendatang.

Forum merupakan kelanjutan dari seri sebelumnya yang telah diselenggarakan di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Dalam forum tersebut, UIN Kendari diproyeksikan sebagai salah satu kandidat kuat pusat studi dan kajian ekoteologi nasional, bersanding dengan IAIN Pontianak, Kalimantan Barat.

Diskusi diarahkan untuk merumuskan kebijakan tata kelola industri daerah yang mengedepankan prinsip eksplorasi berkelanjutan, bukan eksploitasi yang merusak lingkungan.

Forum ini dihadiri sejumlah elemen strategis, mulai dari kementerian terkait, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tenggara, perwakilan Bank Indonesia, kalangan akademisi, praktisi media, hingga jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.

Rekomendasi yang dihasilkan tim pakar ditargetkan dapat segera ditindaklanjuti secara konkret oleh para pemangku kepentingan.

Menteri Agama RI yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan pentingnya integrasi tiga elemen utama dalam konsep ekoteologi, yaitu Tuhan, manusia, dan alam semesta. Ia menyebut kerusakan alam terjadi akibat gagalnya manusia menjaga keseimbangan relasi ketiganya.

Menurutnya, eksplorasi sumber daya alam dalam batas wajar diperbolehkan, namun eksploitasi yang melampaui daya dukung lingkungan harus dihindari.

Ia mengingatkan, kepala daerah dan pemangku kebijakan memegang tanggung jawab besar, sebab setiap keputusan yang mereka tanda tangani berdampak langsung pada masa depan bangsa dan ekosistem.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M.Ling, menyoroti ketimpangan dana bagi hasil sumber daya alam antara daerah dan pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan, Sultra menyumbang sekitar Rp188 triliun ke pusat dari sektor sumber daya alam, namun dana transfer yang kembali ke daerah hanya berkisar Rp207 miliar.

Meski demikian, Hugua menegaskan hal itu merupakan pilihan dan komitmen daerah dalam bernegara di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menambahkan, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah hanya berkisar 20 persen, sementara sekitar 90 persen menjadi pendapatan pusat, dengan sektor pertanian dan perdagangan tetap menjadi penopang utama ekonomi Sultra.

Perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan, sumber daya tambang bersifat tidak terbarukan (unrenewable).

Menurutnya, keberlanjutan sektor tambang bukan soal ketersediaan barang tambang selamanya, melainkan bagaimana mengelola cadangan yang ada secara cermat guna mendorong hilirisasi dan industri lanjutan.

Kementerian ESDM bersama Dewan Energi Nasional saat ini tengah menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dengan pendekatan regional antarpulau besar untuk mendukung kemandirian energi nasional.

Salah satu fokusnya adalah optimalisasi potensi energi surya nasional yang diperkirakan mencapai 3.290 gigawatt (GW).

Founder & CEO Kabar Group Indonesia, Upi Asmaradhana, bersama jajaran pemerintah daerah berharap forum ini menghasilkan rumusan kebijakan strategis dan rekomendasi konkret bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Ia menyampaikan, forum tersebut merupakan wujud komitmen media dalam menghadirkan diskursus yang mendidik dan solutif bagi pembangunan daerah.

PUBLISHER: MAS’UD

Komentar