oleh

Demo Boleh Asalkan Santun dan Baik

Mendagri Tjahjo Kumolo, Demo Boleh Asalkan santun dan Baik
Mendagri, Tjahjo Kumolo FOTO : RUL

tegas.co., JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dapat memberikan pelajaran bagi pejabat negara dan masyarakat. Tjahjo Kumulo mengingatkan masyarakat yang ingin berunjuk rasa agar dilakukan secara santun.“Menyampaikan aspirasi merupakan hak masyarakat, tetapi tentu harus dilakukan sesuai aturan dan disampaikan secara santun. Jangan menghina lambang-lambang negara. Sampaikan apa aspirasinya dan apa tuntutannya dengan baik. Ini pelajaran bagi saya dan kita semua. Jangan urusi rumah tangga orang lain,” kata Tjahjo Kumolo selaku Mendagri di Jakarta, Senin, (21/11/16).

Menanggapi aksi protes terhadap Ahok, Tjahjo pun mempersilakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) untuk menggelar aksi damai pada 2 Desember 2016 mendatang. Aksi damai itu rencananya akan diikuti 67 organisasi massa (ormas) Islam dan elemen masyarakat. Aksi damai tersebut akan dilakukan dengan shalat Jumat bersama dengan posisi imam berada di Bandara Hotel Indonesia. Sebelum Salat Jumat, akan dilakukan doa bersama sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

“Kalau mau demo, boleh-boleh saja karena itu sah dan merupakan hak asasi. Tapi sampaikan aspirasi dengan baik dengan santun yang penting kan aspirasinya, dan itu sudah didengarkan oleh Presiden Joko Widodo. Silakan saja. Sah, tapi sampaikan dengan baik, santun, yang penting kan aspirasinya,” ujarnya.

RUL/MAS’UD

DMCA.com Protection Status