DaerahHukumSultra

Sebulan, Polres Kendari Ungkap 20 Kasus dan 26 Tersangka

43
×

Sebulan, Polres Kendari Ungkap 20 Kasus dan 26 Tersangka

Sebarkan artikel ini
Kapolresta Kendari AKBP Jemi Junaidi didampingi Wakapolres dan kasat reskrim saat menunjukkan barang bukti dan tersangka dalam sebulan di Mapolresta. FOTO : ONNO
Kapolresta Kendari AKBP Jemi Junaidi didampingi Wakapolres dan Kasat Reskrim saat menunjukkan barang bukti dan tersangka dalam sebulan di Mapolresta.
FOTO : ONNO

tegas.co, KENDARI, SULTRA – Polres Kendari, dalam kurun waktu 1 (Satu) bulan terakhir berhasil ungkap sebanyak 20 kasus dan berhasil mengamankan 26 tersangka.

Dari 20 kasus tersebut, ada delapan  jenis kejahatan berbeda. Kasus terbesar didominasi oleh kasus, Curas, Curat dan Curanmor.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari AKBP Jemi Junaidi, S.IK didampingi wakapolresta kendari Kompol Muh Fahroni, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) AKP Malik Fahrin Husnul Aqif  mengatakan, ini merupakan hasil dari Operasi Penyakit masyarakat (Pekat) sedangkan empat lainnya  kasus operasi rutin yang dilakukan sejak tanggal 5 Juli 2017 lalu.

“Ada 4 kasus merupakan operasi rutin biasa dan 16 kasus yang masuk dalam operasi pekat, jadi totalnya yang sudah kita ungkap adalah 20 kasus dan 26 tersangka,” terang Jemi Junaedi.

Untuk jenis kejahatannya, lanjut perwira berpangkat dua Melati dipundak itu, ada delapan  jenis kejahatan berbeda diantaranya pencurian dengan kekerasan atau curas, Judi, penganiayaan, curat, pencurian biasa, kepemilikan senjata tajam atau sajam tanpa izin, pencurian motor atau curanmor.

“Kami juga telah mengamankan beberapa barang bukti berupa puluhan unit sepeda motor, senjata tajam, uang tunai serta beberapa barang bukti lainnya,” ucap mantan Kapolres Konawe itu.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim, AKP Malik Fahrin Husnul Aqif mengatakan, untuk kasus curanmor di Kota Kendari dari hasil penyelidikan ada indikasi keterlibatan oknum aparat keamanan yang membekingi.

Namun demikin, hasil penangkapan terakhir di Kabupaten Konawe Kepulauan, belum ada keterlibatan oknum aparat keamanan.

“Tetapi secara umum, kasus curanmor (Sindikat) ini ada indikasi keterlibatan aparat,” paparnya.

ONNO

PUBLISHER : HERMAN