
“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4.17 LS dan 121,36 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 29.1 KM arah barat daya Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 10 km,”tulis Kepala Stasiun Geofisika Kendari Rosa Amelia,S.Si dalam rilisnya, Senin, 18 Februari 2019 pagi ini.
Menurutnya pihaknya memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kolaka di barat daya Kabupaten Kolaka.
“Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Pomalaa, Kolaka – Kabupaten Kolaka, dalam skala intensitas II-III MMI,”tambahnya.
Baca juga,
- Kemitraan DPRD-Pemprov Sultra yang Retak
- Pansus DPRD Rekomendasikan Penyelesaian Polemik Pergeseran Anggaran Stadion Lakidende Rp40,5 Miliar ke Koni Sultra
- Gubernur dan DPRD Sultra Setujui Lima Ranperda Strategis
- Rapat Paripurna, Gubernur Sultra Tegaskan Pengetatan Fiskal dan Penataan Sektor Tambang
- Menelusuri Jejak APBD Sultra yang Tak Sampai ke Tujuan
Disebutkan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 07.09 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempabumi susulan.
Dihimbau kepada masyarakat untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (inatews.bmkg.go.id atau www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,”tutupnya. Kepala Stasiun Geofisika Kendari Rosa Amelia,S.Si.
MAS’UD







Komentar