Berita Utama

Menteri Desa: Teknologi Tepat Guna untuk Mempercepat Alih Teknologi

115
×

Menteri Desa: Teknologi Tepat Guna untuk Mempercepat Alih Teknologi

Sebarkan artikel ini

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menegaskan tujuan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional untuk mempercepat alih teknologi dari inventor atau penemu TTG kepada masyarakat, khususnya pelaku TTG di desa.

“TTGN ini sekaligus sebagai wahana untuk menjaring ide/gagasan dalam rangka penyusunan kebijakan Pemerintah untuk pengembangan dan pemanfaatan TTG dimasa mendatang,” kata Eko Putro Sandjojo saat membuka kegiatan Teknologi Tepat Guna(TTG) Nasional ke -21 di Sport Center Bengkulu, Minggu (22/9).

TTGN ini, kata dia, akan meningkatnya kerjasama dan koordinasi seluruh stakeholder terkait (pemerintah/pemda, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan masyarakat) dalam pengembangan, pemasyarakatan dan pendayagunaan TTG.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, mengungkapkan bahwa acara TTG tersebut dapat menjadi Forum silaturahmi bertukar informasi, saling memotivasi dan saling memberikan inspirasi dalam berbagai karya pedesaan masing-masing wilayah kerja.

Sekretaris Jendral Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi H. Anwar Sanusi, Ph. D dalam sambutannya mengatakan bagi Kementerian Desa, kegiatan TTG menjadi instrumen penting untuk dapat mempercepat pembangunan di tingkat pedesaan.

Dalam kurun 5 tahun perjalanan UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa, telah memberikan satu perubahan atau transformasi pada wajah pedesaan yang saat ini sudah mulai membaik.

“Terutama dengan adanya perbaikan dari sisi infrastruktur dan juga terkait dengan pelayanan sosial dasar. 5 tahun ini kita sudah mencatat capaian-capaian output yang bisa kita jadikan klaim bahwa pedesaan sudah cukup untuk bisa melangkah ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Selama kurun waktu 21 tahun penyelenggaraan TTG lanjutnya, sudah banyak menghasilkan aneka teknologi yang dapat diaplikasikan di tingkat pedesaan. Untuk dapat mengkapitalisasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan TTG, pihaknya telah mengadakan satu program terkait dengan optimalisasi dana desa dikenal dengan nama program inovasi desa. Salah satu bentuk konkritnya adalah dengan menyediakan satu tempat bagi desa-desa untuk mengekspose seluruh inovasi mereka.

“Saat ini sudah hadir sekitar 23 ribu aneka inovasi yang lahir dipedesaan seperti, inovasi yang terkait dengan perusahaan desa, SDM Pedesaan, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan infrastruktur,” katanya.

TTGN kali ini mengusung tema “Melalui Gelar TTGN, Kita Tingkatkan Inovasi Teknologi Perdesaan Menyongsong Industri 4.0.” turut dihadiri Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir.