
TEGAS.CO,. KENDARI – Pemerintah Indonesia telah menetapkan jadwal pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak akhir September lalu. Adapun total daerah yang akan melaksanakan pemilihan berjumlah 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.
Penetapan calon dan nomor urut calon diilakukan pada 23-24 September 2020. Lanjut tahapan masa kampanye dimulai, dan berakhir 5 Desember 2020. Untuk selanjutnya memasuki masa tenang.
Kemudian proses pemungutan suara akan dilakukan 9 Desember 2020. Proses selanjutnya adalah penghitungan suara antara 9 hingga 15 Desember 2020.
Euforia pilkada juga terjadi di wilayah kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, namun di tengah pesta demokrasi tersebut, tampaknya terciderai oleh kelakuan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Saling serang posko pemenangan hingga menimbulkan kerusakan yang masif, saling hujat via media sosial, bahkan sampai pada tawuran menggunakan senjata tajam.
Hal ini pun sangat disesalkan oleh Ketua Pengurus Cabang Satuan Siswa Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (PC SAPMA PP) Muna Barat, La Ode Muhamad Isdar, ST.
Saat ditemui di salah satu warung kopi di kota Kendari, ia mengatakan bahwa masyarakat Muna dan Muna Barat harus menjadi penyejuk, sebab Muna dan Muna Barat adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan, hanya sekedar dibatasi oleh wilayah administratif.
“Kabupaten Muna dan Muna Barat adalah satu kesatuan yang utuh, tidak bisa terpisahkan, yang membatasinya hanyalah wilayah administratif pemerintahan, warga Muna dan Muna Barat semuanya adalah keluarga besar”, ungkapnya. Minggu (6/12/2020).
“Jadi sangat disayangkan ketika ada provokasi-provokasi yang dapat memecah belah persatuan dan ikatan kekeluargaan kedua Kabupaten tersebut”, tambahnya.
Lebih lanjut, mantan Ketua BEM Fakultas Tekhnik yang biasa disapa Isdar ini mengajak kepada kedua Calon Bupati yang berkompetisi untuk mengarahkan masing-masing pendukungnya untuk tetap menahan diri dari hal-hal yang berbau provokatif untuk mencegah anarkisme, demi terciptanya Kamtibmas di wilayah kabupaten Muna, apalagi saat ini tahapan pilkada Muna sudah memasuki masa tenang dan menjelang H -3 pencoblosan.
“Suku Muna adalah orang-orang yang selalu memegang teguh falsafah Dopoangka-angka tau, Dopopia-piara, Dopomasi-masigho, Dopoadha-adhati. Jangan hanya karena Pildaka sehari kita semua harus memutus tali silaturahmi dan ikatan bhasitie (kekeluargaan)”, tutupnya.
Reporter : YA
Editor : YA