
TEGAS.CO,. SULSEL – Rumor penutupan salah satu area TPS di kota Benteng, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menurut informasi di lapangan dilakukan oleh oknum berseragam biru, mirip pakaian panwas, saat sedang berlangsungnya proses rekapitulasi dan perhitungan suara hasil pilkada serentak, di kompleks perguruan Muhammadiyah, di ruas Jln. RA. Kartini, dibantah dan dimentahkan oleh koordinator divisi pengawasan, dan hubungan masyarakat Bawaslu Kepulauan Selayar, Abd. Kadir, ST.
Kadir mengatakan, pihaknya telah melakukan klarifikasi dan kroscek terhadap kebenaran informasi tersebut. Namun tidak ditemukan adanya dugaan keterlibatan oknum panwas dalam insiden penutupan pagar kompleks perguruan Muhammadiyah yang menjadi salah satu lokasi TPS di Kelurahan Benteng.
“Kami sudah melakukan klarifikasi terkait informasi tersebut, namun tidak ada bukti dugaan keterlibatan personil kami pada insiden dugaan penutupan pagar lokasi TPS 4 Kelurahan Benteng yang dipusatkan di kompleks perguruan Muhammadiyah” ucapnya. Rabu (9/12/2020) malam
“Lagian bawaslu dan jajaran Panwascam bukan security. Kami tidak memiliki domain untuk melarang masyarakat masuk dan menyaksikan proses rekapitulasi serta perhitungan suara”, tambahnya.
“Penutupan pagar lokasi TPS diduga kuat dilakukan oleh pam tps dalam hal ini, hansip dan atau linmas dengan alasan penerapan standar protokol kesehatan covid 19”, jelasnya, saat dimintai konfirmasi oleh wartawan.
Jikapun ada pihak-pihak yang merasa keberatan, silahkan menyampaikan pengaduan resmi ke kantor Bawaslu.
“Karena proses rekapitulasi dan perhitungan suara di lokasi tps dimaksud, berlangsung sesuai regulasi dan dihadiri oleh saksi serta jajaran pengawas tps”, tutupnya.
Andi Fadly Dg. Biritta
Editor : YA