oleh

Solusi tuntas Korupsi di Indonesia

Logo tegas.coDireksi & Redaksi tegas.co mengucapkan Selamat & Sukses Konferensi PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PW)I Sulawesi Tenggara pada 9 - 11 Juli 2021 “Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Di tengah Pandemi Covid19 Menyongsong HPN 2022 di Kendari””
Shafiyyah Zahra Mustanir
Shafiyyah Zahra Mustanir

TEGAS.CO., NUSANTARA – “Indeks Persepsi Korupsi yang dirilis TI (Transparency International) Indonesia turun (kalau tidak mau dibilang anjlok). Mundur 3 tahun,” cuit Febri Diansyah dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Twitter @febridiansyah. (Mantan Juru bicara KPK)

Miris sekali mengetahui bahwa bangsa ini belum move on dari Korupsi. Terlebih pandemi masih membersamai 250 juta rakyat di Indonesia.

Baru-baru saja dana sosial di korupsi oleh Menterinya sendiri. Seperti yang di beritakan di bawah ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan Menteri Sosial Menteri Sosial Juliari Peter Batubara telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi paket sembako di Kementerian Sosial pada tahun anggaran 2020 dengan nilai Rp5,9 triliun.(Bisnis.com)

Tak habis pikir para pejabat negeri memang punya peluang untuk melakukan tindakan kotor seperti korupsi bahkan tak lagi melihat kondisi dan keadaan. Saat ada kesempatan maka tak perlu berpikir ulang, uang rakyat pun di gasak tanpa belas kasih.

Seakan menjadi watak Demokrasi Kapitalisme yang melahirkan para koruptor dengan jumlah tak bisa di hitung dengan jari jemari. Terlebih kita tahu bahwa ongkos politik di negeri ini pun bernilai fantastis, sehingga saat berhasil menjadi penikmat kursi kekuasaan maka para elit politik pun unjuk gigi untuk kembali modal dan menyiapkan modal untuk calon di periode selanjutnya. Hal ini pun sudah menjadi rahasia umum yang di ketahui oleh rakyat Indonesia di seluruh penjuru negeri.

Komisi pemberantas korupsi pun tak akan sanggup membabat habis para koruptor di negeri ini. Sebab darah koruptor sudah menyebar luas bak angin segar bagi para pemuja Demokrasi Kapitalisme. Terlebih uang adalah denyut nadi Kapitalisme Demokrasi sehingga praktik kotor seperti korupsi tak akan di hapuskan justru di beri ruang asal main aman. Naudzubillah min dzalik! Seakan hidup di dunia selama-lamanya, padahal segalanya akan musnah kecuali pemilik segalanya yakni Allah SWT semata.

Sejatinya problem korupsi bisa hilang dengan mudah jika negara ini Sudi merevolusi bangsa ini menjadi bangsa yang berdaulat hanya pada Allah SWT dengan menerapkan sistem Al Qur’an yakni syariah dan Khilafah.

Sebagaimana bumi Madinah saat Rasulullah SAW menjadi pemimpin negara Islam itu, Rasulullah SAW tegas akan menghukum para pencuri dengan hukuman berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah (potong tangan dan bersilang potong kaki) bahkan saat putri Rasulullah SAW Fatimah Az-Zahra yang melakukannya maka Rasulullah SAW sendiri yang akan memotong salah satu tangan dan salah satu kaki putri kesayangannya Rasulullah SAW.

Hal ini menunjukkan bahwa saat Al Qur’an ditegakkan dimuka bumi maka terbukti mujarab sebagai solusi kriminalitas tanpa pandang nasab maupun jabatan. Jelas keadilan dan kebenaran harus ditegakkan atas dasar dorongan iman dan taqwa tertinggi pada illahi Rabbi yakni Allah SWT.

Dengan demikian mudah saja problem korupsi di negeri ini akan teratasi, tentu hanya dengan jalan pintas yakni tegakkan Syariah dan Khilafah maka selanjutnya Khilafah yang akan memberantas para koruptor yang tak tahu mau itu dengan hukum setimpal dari pemilik segalanya yakni Allah SWT.

Penulis: Shafiyyah Zahra Mustanir
Editor: H5P

Komentar