oleh

IAIN Kendari Bakal Menggelar KKN Offline di Enam Kabupaten

Logo tegas.coDireksi & Redaksi tegas.co mengucapkan Selamat & Sukses Konferensi PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PW)I Sulawesi Tenggara pada 9 - 11 Juli 2021 “Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Di tengah Pandemi Covid19 Menyongsong HPN 2022 di Kendari””
Kepala LPPM IAIN Kendari, Dr. Abdul Kadir, M.Pd saat memimpin pertemuan persiapan KKN offline

TEGAS.CO,. KENDARI – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari berencana mengelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara offline di 2021, sebelumnya KKN ini digelar dengan metode online untuk menghindari penularan Covid 19.

Kepala LPPM IAIN Kendari Dr. Abdul Kadir, M.Pd menjelaskan, bahwa penyebaran COVID-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menunjukkan penurunan, sehingga KKN offline sudah memungkinkan dilaksanakan.

“Tetapi tentu saja kita tidak boleh lengah, tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai langkah pencegahan terhadap resiko tertular virus corona,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya. Jumat (4/6/2021).

Dia menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi panitia kegiatan, KKN online dinilai belum efektif menyentuh sasaran pengabdian masyarakat dikarenakan belum semua masyarakat memiliki akses terhadap perangkat teknologi informasi. Hal ini menyebabkan program pengabdian dalam bentuk produk digital itu tidak sampai ke sasaran.

Meskipun demikian, tambahnya, KKN daring (dalam jaringan) memiliki nilai positif bagi mahasiswa, sebab melalui kegiatan tersebut mereka mampu beradaptasi dengan perangkat teknologi, serta mengasah skill dan kreatifitas dalam membuat produk digital.

Menurut Abdul Kadir, keterampilan pada bidang teknologi telah menjadi kebutuhan generasi masa kini terutama setelah perangkat teknologi memainkan peranan penting dalam membantu kegiatan masyarakat tetap berjalan di tengah pembatasan interaksi sosial selama masa pandemi.

Terkait teknis pelaksanaan KKN, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Dr. Abdul Gaffar, M.Th.I menjelaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan opsi KKN Reguler Tematik dan Kolaboratif.

KKN Reguler diperuntukkan bagi mahasiswa IAIN Kendari sedangkan KKN Kolaboratif akan diikuti oleh mahasiswa dari sejumlah PTKIN, seperti UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Mataram, UIN Makassar serta PTKIN se Sulawesi.

Peserta KKN Reguler Tematik berbasis program studi rencananya akan ditempatkan di 6 (enam) kabupaten yaitu Kabupaten Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, dan Konawe Kepulauan.

Sementara untuk KKN Kolaboratif bersama PTKIN lain akan dilaksanakan di Konawe Selatan dengan mengusung tema moderasi beragama yang fokus pada program pengabdian di wilayah multi agama, multi etnis, multi mazhab, dan multi ormas.

“Kami memutuskan akan menempatkan peserta di beberapa kabupaten dengan tujuan menghindari titik kerumunan di satu tempat yang sama, sebab jika dilihat dari data pada sistem informasi akademik jumlah mahasiswa yang memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan ini mencapai 1.000 orang,” ucapnya menambahkan.

Persiapan pelaksanaan KKN Reguler, kata dia, telah diawali dengan kegiatan survey lapangan di semua kabupaten tujuan. Survey diharapkan dapat membantu kelancaran proses pemberangkatan dan pelaksanaan kegiatan pengabdian.

Sedangkan untuk teknis pelaksanaan KKN kolaboratif akan dibahas dan diputuskan pada kegiatan forum Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat pada 7 Juni mendatang.

Berdasarkan hasil survey, tim LPPM telah memetakan lokasi dan potensi wilayah yang akan menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan. Data tersebut dibutuhkan untuk keperluan penempatan mahasiswa berdasarkan prodi dan keahlian mereka.

“Kami targetkan program pengabdian memiliki dampak yang positif bagi kehidupan masyarakat baik pada aspek keagamaan, maupun sosial ekonomi. Program yang akan dijalankan nantinya berupa pembinaan keagamaan, pendampingan dan pemberdayaan berbasis program studi sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” tandasnya.

Reporter : Muh. Faisal

Editor : YUSRIF

Komentar