Berita UtamaKendari

Kendari Bergerak, Tanam Cabai Serentak Lawan Inflasi

349
×

Kendari Bergerak, Tanam Cabai Serentak Lawan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Sekda Kendari Amir Hasan pimpin rapat persiapan Gerakan Tanam Cabai Serentak di Ruang Rapat Sekda, Senin (14/7/2025). Dok. Foto Istimewa

TEGAS.CO, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama TP PKK Kota Kendari bersiap menggelar Gerakan Tanam Cabai Serentak Se-Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai langkah konkret mengatasi lonjakan harga bahan pokok dan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 16 Juli 2025 di Kelurahan Purirano, Kecamatan Kendari, dan akan dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka.
Sementara itu, TP PKK dari kabupaten/kota lain dijadwalkan mengikuti secara daring.

Rapat koordinasi pemantapan kegiatan ini telah digelar pada Senin (14/7/2025), dipimpin Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, bersama jajaran 14 OPD teknis dan pengurus TP PKK Kendari.

“Kita ingin gerakan ini bukan hanya simbolis. Harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ini tentang bagaimana keluarga bisa menanam cabai sendiri di pekarangan rumah, mengurangi ketergantungan pada pasar,” tegas Amir Hasan.

Menurut Sekda, kenaikan harga cabai dan komoditas lainnya bukan sekadar isu nasional, tapi telah dirasakan masyarakat Kota Kendari.

Gerakan tanam cabai ini diharapkan menjadi solusi lokal yang berdampak nyata bagi kestabilan harga pangan.

TP PKK Kota Kendari sendiri menjadi motor penggerak kegiatan. Mereka telah merancang strategi implementasi mulai dari pemetaan lokasi tanam, hingga pelibatan aktif kader dasawisma sebagai ujung tombak edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Dengan menggerakkan ibu-ibu dasawisma, kami ingin memastikan ada sentuhan langsung ke rumah-rumah. Edukasi soal teknik tanam, manfaat ekonomi, hingga pemanfaatan lahan sempit harus ditekankan,” ungkap salah satu pengurus PKK.

Kota Kendari dipilih sebagai pusat pelaksanaan kegiatan ini, karena dinilai aktif dan berkomitmen dalam program pemberdayaan keluarga serta pengendalian inflasi berbasis komunitas.

Isu pangan di Kota Kendari tidak bisa dianggap sepele. Kenaikan harga cabai yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan dan hari besar keagamaan, menjadi beban tambahan bagi masyarakat, khususnya keluarga menengah ke bawah.

Gerakan tanam cabai serentak ini menjadi salah satu langkah strategis yang patut didukung.

Namun agar tidak berhenti pada kegiatan simbolik semata, penting bagi pemerintah dan TP PKK untuk membangun sistem pendampingan yang berkelanjutan.

Edukasi pertanian sederhana, penyediaan bibit unggul, hingga dukungan teknis harus terus dilakukan secara rutin, bukan hanya saat gerakan ini berlangsung.

Selain itu, pelibatan generasi muda, khususnya kaum milenial, dalam gerakan urban farming bisa menjadi kunci keberlanjutan program. Mereka memiliki kreativitas, akses digital, dan semangat kolaborasi yang bisa mendorong inovasi pertanian kota.

Bila digarap dengan serius, kegiatan seperti ini bisa menjadi gerakan sosial yang berdampak luas, bukan hanya bagi ketersediaan pangan, tetapi juga sebagai gaya hidup baru di tengah masyarakat kota.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, PKK, OPD teknis, masyarakat, dan anak muda, gerakan tanam cabai ini bisa menjadi langkah awal menuju Kendari yang lebih tangguh, mandiri, dan tahan terhadap gejolak harga pangan di masa depan.