
Ketua Panitia, dr. Cahya, membuka secara resmi jalan sehat peringatan Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day) 2025. di pelataran MTQ Kota Kendari Minggu, 3 Agustus 2024 FOTO: PPID Sultra
SULAWESI TENGGARA., TEGAS.CO – Suasana Minggu, 3 Agustus 2024 pagi di pelataran MTQ Kota Kendari bergema dengan semangat juang. Ribuan langkah kaki beriringan, bukan sekadar olahraga, melainkan sebuah deklarasi melawan hepatitis.
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling., memberikan aba-aba “Bismillahirrahmanirrahim, World Hepatitis Day 28 Juli kita mulai berjalan!”, menandai dimulainya jalan sehat peringatan Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day) 2025.
Acara puncak peringatan World Hepatitis Day di Sultra ini tak hanya diramaikan masyarakat umum, namun juga dihadiri oleh figur-figur penting: Ketua DPRD Sultra, unsur Forkopimda, Wali Kota Kendari, Kadis Kesehatan Sultra, Direktur RS Bahteramas, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, Direktur RS Se-Kota Kendari, Ketua PAPDI Sultra, PPHI, IDI Wilayah Sultra, dan perwakilan KONI Sultra yang diwakili Ny. Desi. Suatu kolaborasi nyata lintas sektor, menyatukan tekad dalam memerangi penyakit yang kerap membayangi tanpa gejala ini.
Wagub Hugua, yang mewakili Gubernur Sultra yang berhalangan karena tugas di Jakarta, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak.
Ia menekankan pentingnya olahraga sebagai gaya hidup sehat, membayangkan Sultra di masa depan dengan masyarakat yang rajin berolahraga tanpa paksaan.
Pidatonya kemudian beralih ke fakta mengejutkan tentang hepatitis: 1,3 juta kematian per tahun, 3.500 kematian per hari, dan 6.000 infeksi baru setiap hari. Angka-angka ini menjadi tamparan keras, menyadarkan kita akan urgensi pencegahan dan deteksi dini.

Wagub Hugua juga mengingatkan cara penularan hepatitis yang serupa dengan HIV/AIDS, menekankan pentingnya pemeriksaan dini, terutama bagi generasi muda.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung upaya pencegahan, mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan.
Pesan kuatnya: pencegahan jauh lebih murah dan efektif daripada pengobatan. Ia mengajak semua pihak menjadi agen perubahan, menyebarkan informasi kesehatan dan membangun kesadaran kolektif untuk Sultra bebas hepatitis.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng, simbolis sinergi eksekutif, legislatif, praktisi kesehatan, dan komunitas olahraga. Pengundian doorprize menambah semarak acara, sekaligus menjadi penutup yang meriah.
Jalan sehat ini lebih dari sekadar kegiatan fisik; ini adalah langkah nyata dan komitmen bersama untuk melawan hepatitis, dengan pemeriksaan dini dan gaya hidup sehat sebagai senjata utama.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, bersama para dokter spesialis dan organisasi profesi kesehatan, bertekad untuk terus mengedukasi masyarakat dan memutus rantai penularan hepatitis di Sultra.
Sementara itu, Ketua Panitia, dr. Cahya, dalam laporannya menegaskan tema “Bergerak Bersama Putuskan Penularan Hepatitis”. Bukan sekadar slogan, tema ini menjadi landasan gerakan masif pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan hepatitis yang konsisten dan berkelanjutan.
Dr. Cahya juga menekankan pentingnya edukasi publik mengenai hepatitis B dan C, dua jenis hepatitis yang seringkali luput dari perhatian, namun berpotensi menimbulkan sirosis dan kanker hati. Sebagai wujud nyata kepedulian, panitia menyediakan pemeriksaan hepatitis B gratis bagi 200 peserta.
PUBLISHER: MAS’UD