
TEGAS.CO,. BUTON SELATAN – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ny. Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buton Selatan (Busel) pada Kamis (7/8/2025). Kegiatan dipusatkan di Gedung La Maindo, Desa Lawela, Kecamatan Batauga.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) periode kritis dari dalam kandungan hingga usia 2 tahun.
Dampaknya tak hanya memengaruhi tinggi badan, tetapi juga perkembangan kognitif, motorik, kekebalan tubuh, serta produktivitas di masa depan .
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8 %, melampaui target 2024 sebesar 20,1 %. Namun tantangan masih besar, karena target 2025 adalah 18,8 % .
Di tingkat provinsi, data SSGI 2022 mencatat prevalensi stunting Sultra sebesar 22,7 %, dan di Kabupaten Buton Selatan angkanya lebih tinggi lagi: 32,6 % . Ditambah lagi, laporan awal 2023 menunjukkan kenaikan di Busel hingga 37,1 %, menandakan perlu tindakan cepat dan menyeluruh .
Kunjungan kerja ini mencakup penyuluhan dan kunjungan langsung ke 10 rumah tangga yang mengalami kasus stunting.
“Kami menyelenggarakan penyuluhan bagi ibu-ibu yang anak-anaknya mengalami stunting atau kekurangan gizi, serta ibu hamil dengan risiko tinggi,” kata Ketua TP PKK Sultra, Ny. Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka
Dia menekankan pentingnya keberlangsungan program, termasuk dukungan dari Pemkab Busel dan TP PKK di tingkat kecamatan dan desa, supaya efeknya menyebar lebih luas.
Sebelum penyuluhan, tim juga meninjau langsung kondisi rumah tangga terdampak
“Dengan melihat langsung kondisi rumah mereka, kita bisa tahu penyebab stunting dan memberikan solusi tepat. Semoga masyarakat mengerti cara mencegahnya, sehingga anak-anak bisa lahir sehat, cerdas, dan menjadi generasi emas bangsa,” ujarnya