BaubauBerita Utama

Anggota DPRD Sultra Soroti Kelalaian Pengawasan Usai Insiden Keracunan di SMAN 7 Baubau

1103
×

Anggota DPRD Sultra Soroti Kelalaian Pengawasan Usai Insiden Keracunan di SMAN 7 Baubau

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Sultra Soroti Kelalaian Pengawasan Usai Insiden Keracunan di SMAN 7 Baubau
H. Fajar Ishak Daeng Jaya, MH anggota DPRD Sultra sekligus Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sulawesi Tenggara

BAUBAU, TEGAS.CO โ€“ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Fajar Ishak, MH, sekligus Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sulawesi Tenggara menyoroti tajam insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa SMAN 7 Baubau pada 16 September 2025 lalu. Ia menilai kejadian ini menunjukkan adanya kelalaian dan ketidakprofesionalan dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meskipun seluruh siswa yang terdampak telah dinyatakan pulih, Fajar Ishak menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh dianggap sepele dan harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, tidak hanya di sekolah tersebut tetapi juga di seluruh wilayah Sultra.

โ€œSangat menyesalkan terjadinya insiden tersebut. Meski siswa yang keracunan sudah dinyatakan pulih, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi agar tidak terjadi lagi di sekolah yang lain,โ€ tegas Fajar Ishak, Jumat (19/9/2025).

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

Dalam pernyataannya, politikus tersebut menyoroti beberapa titik kegagalan. Pertama, ia menuding penanggung jawab dapur MBG di Kelurahan Kokalukuna Kota Baubau tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Kedua, ia menyatakan bahwa para pengawas program MBG dinilai tidak bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

โ€œSistem pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Harusnya ahli gizi bertugas mengawasi penerapan Standard Operating Procedure (SOP) keamanan pangan, dan melakukan uji organoleptik (kelayakan konsumsi) sebelum makanan diberikan kepada siswa,โ€ jelasnya.

Fajar Ishak juga menyayangkan tidak berfungsinya Komite Pengawas MBG, yang seharusnya merupakan lembaga independen yang terdiri dari orang tua siswa, tokoh masyarakat, dan perwakilan sekolah.

Terakhir, ia mengimbau agar pihak Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) serta Dinas Kesehatan lebih proaktif turun ke lapangan. Kolaborasi antara kedua instansi ini, menurutnya, sangat penting untuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar terpenuhi dalam program yang menyentuh langsung kesehatan generasi muda tersebut.

Sebelumnya, dikutip tegas.co, Puluhan siswa SMAN 7 Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) dilarikan ke puskesmas terdekat setelah mengalami sakit perut hingga muntah-muntah, Selasa (16/9/2025).

Para siswa ini diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa.

Kepala Sekolah SMAN 7 Baubau, Sartati menyebut, ada 27 siswa dan siswi diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan MBG.

Makanan program pemerintah dalam pemenuhan gizi optimal generasi sehat dan berkualitas untuk mendukung Indonesia Emas tersebut dibagikan sekira pukul 10.30 Wita.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur MBG di Kokalukuna maupun Dinas Kesehatan Kota Baubau belum memberikan pernyataan resmi menanggapi kritik dari anggota dewan tersebut. Investigasi terhadap penyebab pasti insiden keracunan masih terus dilakukan.

Publisher: Mas’ud