Empat SPPG Beroperasi, Fokus Sanitas dan Kualitas Pangan di Koltim, Ini Penjelasan Komisi IV DPRD Sultra

Empat SPPG Beroperasi, Fokus Sanitas dan Kualitas Pangan di Koltim, Ini Penjelasan Komisi IV DPRD Sultra
Kunjungan kerja komisi IV DPRD Sultra di Dinas Kesehatan Koltim pada Rabu 5 November 2025 Foto: MAS’UD

KOLAKA TIMUR., TEGAS.CO., 5 November 2025 – Upaya peningkatan gizi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) terus digenjot melalui pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Saat ini, Koltim telah memiliki 4 SPPG operasional, salah satunya berlokasi di Kecamatan Ladongi, yang menjadi dapur utama dalam program makanan bergizi gratis.

Terkait pelaksanaan program, Dinas Kesehatan Koltim yang masuk kategori Tipe B memiliki peran krusial dalam pengawasan.

Struktur Tipe B ini terdiri dari 3 bidang ditambah 1 sekretariat, berbeda dengan beberapa kabupaten lain seperti Kota Kendari yang bertipe A dengan 4 bidang.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘

Pengawasan kualitas dan higienitas pangan di SPPG dilakukan secara berlapis oleh tim yang melibatkan berbagai bidang di Dinas Kesehatan:

Bidang Pelayanan Kesehatan

Wajib melakukan Medical Check-Up (MCU) bagi seluruh petugas SPPG untuk memastikan kesehatan individu dan mencegah risiko penularan penyakit, seperti Tuberkulosis (TB).

Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas)

Menangani sasaran yang lebih luas, tidak hanya anak sekolah, tetapi juga ibu menyusui dan lansia (habilansia), melalui program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta program lansia.

Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2)

Bertanggung jawab memastikan setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang merupakan syarat wajib untuk keberlanjutan operasional.

“Dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan di empat dapur ini, mungkin kejadian terkait faktor-faktor risiko terkait keracunan makanan sangat sedikit terjadi di Kolaka Timur,” demikian disampaikan pihak Dinkes Koltim, menunjukkan standar sanitasi yang telah berjalan baik.

Pihak Dinkes Koltim juga melaporkan bahwa proses pengurusan SLHS sedang berjalan, menunggu hasil inspeksi kesehatan lingkungan dari Puskesmas sebelum diajukan ke BDSP untuk penerbitan sertifikat.

Selain itu, berdasarkan juknis BPN, semua SPPG diwajibkan memiliki tenaga sanitasi lingkungan pada tahun berikutnya.

Awalnya, Kolaka Timur hanya memiliki kebutuhan untuk 17 dapur SPPG. Namun, dengan adanya program BGM (Bantuan Gizi Masyarakat) dan fokus pada daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), terjadi penambahan kebutuhan hingga menjadi 24 dapur.

Saat ini, rincian dapur SPPG di Koltim adalah, SPPG Operasional 4 unit, seperti yang dijelaskan sebelumnya. SPPG Persiapan 4 unit, melibatkan yayasan dari Kodim, Polres, di Desa Wesalo, dan di Mokupa. SPPG Persiapan (Daerah 3T) 12 titik sudah terdata koordinatnya di wilayah Ueesi, Alaaha, Aere, Mowe, dan Kecamatan Uliwoi.

Menanggapi perkembangan ini, Ketua Komisi IV DPRD Sultra, Andi Muhammad Saenuddin, yang memimpin pertemuan tersebut saat kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Koltim, mengungkapkan rincian petunjuk teknis (Juknis) yang kini lebih detail.

“Juknisnya sekarang sudah detail. Di 3 bulan awal, sekitar bulan Juni, kami belum lengkap soal Juknis sehingga kami dalam pengawasan dan ingin tahu tentang perkembangan di beberapa lokasi memang masih menyesuaikan,” ujar Andi Muhammad Saenuddin.

Ia juga menegaskan pentingnya mengetahui di mana intervensi program HPBN (Hilirisasi Pangan Berbasis Nasional) masuk dalam semua tapak proses yang dilaksanakan oleh SPPG di Kolaka Timur, menekankan sinergi program pusat dan daerah.

Hadir pada kunjungan kerja itu, Ketua: Andi Muh. Saenuddin (Golkar), Wakil Ketua: Rosni (PBB) Sekretaris: Hartini Azis (Nasdem)

Anggota, Hj. Gunartin (PDI Perjuangan), La Ode Abdul Muzzafar (Gerindra), Hj. Muniarty M Ridwan (PAN), Hj. Harmawati (PPP), Hj. Isyatin Syam (Demokrat), Muh. Mu’thasim Saifullah (PKS) dan
Ir. H. Muhammad Irfani Thalib M.M

Berbagai tanggapan juga disampaikan dari anggota komisi IV DPRD Sultra. Usai pertemuan dilanjutkan ke salah satu SPPG yang ada di Kecamatan Ladongi Koltim.

Komis IV DPRD Sultra diterima Ridwan Nasir, SKM dan jajaran diantaranya, Risko Karim S. kep, Ners M.Kes dan Ardiawan Putra.S.KM Keslingk.

PUBLISHER: MAS’UD

Komentar