Berita UtamaFeature

Syahrul Said, Arsitek Politik NasDem dari Buton Raya, Membangun Ekonomi, Menata Harapan Sultra

949
×

Syahrul Said, Arsitek Politik NasDem dari Buton Raya, Membangun Ekonomi, Menata Harapan Sultra

Sebarkan artikel ini
Syahrul Said, Arsitek Politik NasDem dari Buton Raya, Membangun Ekonomi, Menata Harapan Sultra
Syahrul Said

Oleh Mas’ud 13 November 2025

Di tengah geliat politik Sulawesi Tenggara, satu nama kini mencuri perhatian. Syahrul Said, S.Sos., politisi muda dari Partai NasDem, tampil bukan sekadar sebagai legislator, tetapi juga sebagai arsitek politik yang menata ulang arah pembangunan di daerah kepulauan.

Sebagai Ketua DPD NasDem Buton Selatan dan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sultra, Syahrul memadukan semangat muda, kerja nyata, dan visi ekonomi rakyat yang membumi.

Perjalanan Syahrul Said tidak dimulai dari ruang rapat berpendingin udara, melainkan dari jalan-jalan kampung, pertemuan warga, dan ruang-ruang sederhana di pesisir Buton Selatan.
Ia dikenal sebagai kader muda NasDem yang tumbuh dari bawah, ulet, komunikatif, dan konsisten membangun jaringan sosial di akar rumput.

Kerja keras itu berbuah kepercayaan besar. Syahrul kini kembali dipercaya untuk memimpin DPD Partai NasDem Kabupaten Buton Selatan untuk periode keduanya, lewat SK DPP Partai NasDem Nomor 89-Kpts/DPP-NasDem/V/2024 tertanggal 22 Mei 2024.

“SK itu bukan penghargaan pribadi, tapi amanah untuk menjaga kepercayaan rakyat,” ujarnya dalam pertemuan internal partai di Batauga. Bagi Syahrul, jabatan partai bukan simbol kekuasaan, tetapi instrumen pelayanan politik.

Dalam Pemilu 2024, Syahrul mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dari Dapil 4 (Buton Raya). Ditempatkan di nomor urut 8 untuk kali kedua.

Ia menantang anggapan klasik bahwa posisi bawah di daftar caleg sulit bersaing. Hasilnya justru mengejutkan, 16.406 suara berhasil ia kumpulkan, menjadikannya salah satu peraih suara tertinggi Partai NasDem di wilayah itu.

“Nomor urut tidak penting kalau rakyat mengenal siapa yang mereka pilih,” katanya sederhana, menegaskan bahwa kerja lapangan mengalahkan citra politik.

Bagi warga Buton Raya, nama Syahrul bukan sekadar simbol partai, tetapi representasi perjuangan rakyat yang selama ini merasa jauh dari pusat kebijakan.

Kemenangan elektoral itu membawanya ke jabatan strategis, Ketua Komisi II DPRD Sulawesi Tenggara, komisi yang membidangi perekonomian, lingkungan hidup, kehutanan, perkebunan, dan pertanian, serta hal-hal yang bersinggungan dengan tata kelola sumber daya alam dan pertambangan.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍

Dari kursi ini, Syahrul menggerakkan kebijakan yang berpihak pada ekonomi rakyat. Ia memperjuangkan pemberdayaan petani, nelayan, dan pelaku UMKM, sekaligus menekankan pentingnya pariwisata berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan hidup yang adil.

“Sultra kaya, tapi belum dikelola dengan keadilan. Kita harus menata ulang agar kekayaan ini dinikmati masyarakat,” tegasnya dalam satu rapat dengar pendapat.

Gaya politik Syahrul berbeda. Ia bukan tipe politisi yang hanya tampil di podium atau layar media. Ia dikenal sering turun langsung ke desa, berdialog dengan nelayan, petani, dan masyarakat adat yang kehidupannya bersentuhan dengan isu agraria.

“Politik itu bukan tentang oposisi atau dukungan. Politik itu tentang keberpihakan,” ujarnya di hadapan konstituen.

Sebagai Ketua Komisi II, Syahrul menaruh perhatian besar pada penataan izin lahan agar masyarakat lokal tidak tergusur oleh ekspansi industri besar.

Ia memperjuangkan reforma agraria, pelestarian hutan, serta pengembangan produk unggulan lokal, seperti pertanian organik dan hasil laut khas Buton Raya.

“Pembangunan harus berakar di desa. Kalau petani dan nelayan kuat, ekonomi daerah ikut tumbuh,” katanya menegaskan.

Selain aktif di parlemen, Syahrul juga menata ulang struktur partainya di tingkat daerah. Kini, DPD NasDem Buton Selatan yang ia pimpin memiliki jaringan hidup hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Kantor sekretariat di Jalan Gajah Mada, Batauga, menjadi pusat kegiatan kader dan simpatisan.

Yang menarik, Syahrul membuka ruang luas bagi kader perempuan. Dari 20 pengurus DPD, sebanyak tujuh orang adalah perempuan, bentuk nyata komitmennya terhadap kesetaraan dan inklusivitas politik.

Kekuatan struktur dan kedekatannya dengan masyarakat menjadikan Syahrul kini disebut-sebut sebagai poros utama NasDem dalam menghadapi Pilkada Buton Selatan ked3pannya. Dukungan DPP yang kuat, mesin partai solid, serta basis suara riil menjadikan posisinya sangat strategis.

Di tengah praktik politik yang sering diwarnai pragmatisme, Syahrul tampil dengan narasi berbeda. Ia menolak pandangan bahwa politik adalah perebutan kekuasaan semata.

“Politik bagi saya bukan tentang menguasai, tapi tentang mengabdi,” katanya suatu sore, selepas bertemu masyarakat pesisir yang sedang memperjuangkan hak tanah mereka.

Bagi Syahrul Said, politik adalah jembatan bukan tembok. Ia ingin memastikan jembatan itu tetap kokoh, agar aspirasi dari kampung, pesisir, dan pegunungan bisa sampai ke pusat kebijakan provinsi.

Profil Syahrul Said

Jabatan Partai: Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buton Selatan
Jabatan Legislatif: Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara
Dapil: Sultra 4 (Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Wakatobi, Kota Baubau)

Perolehan Suara, 16.406 (Pemilu 2024), Fokus Isu. Ekonomi rakyat, lingkungan hidup, kehutanan, pariwisata

Pendidikan, Sarjana Sosial (S.Sos.)