Berita UtamaFeatureKesehatanSultra

Mengawal Kesehatan Masyarakat melalui Sinergi Lintas Sektor di Bantaeng

615
×

Mengawal Kesehatan Masyarakat melalui Sinergi Lintas Sektor di Bantaeng

Sebarkan artikel ini
Mengawal Kesehatan Masyarakat melalui Sinergi Lintas Sektor di Bantaeng
Bupati Bantaeng dan Sekda bersama tim medis Departemen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS) serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Makassar, Sabtu 6 Juni 2026. FOTO: MAS’UD

Pemerintah Kabupaten Bantaeng kembali membuktikan keseriusannya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui kolaborasi strategis dengan dunia akademis dan organisasi profesi kesehatan, daerah ini kini menitikberatkan perhatian pada edukasi penyakit kulit dan layanan preventif, sebuah langkah yang sangat relevan dengan kebutuhan mendasar warga di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Bantaeng, di bawah kepemimpinan Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin, menggandeng Departemen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS) serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Makassar.

Mereka menggelar bakti sosial berskala besar yang mencakup khitanan massal bagi 200 anak, edukasi kesehatan kulit, penyuluhan penggunaan kosmetik bagi kaum ibu, hingga layanan khusus bagi kelompok rentan seperti nelayan dan petani rumput laut.

Aksi layanan medis ini dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Masjid Taqwa Tompong dan RSUD Anwar Makatutu pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Kegiatan tersebut terlaksana pada Sabtu, 6 Juni 2026, sebagai bagian dari rangkaian agenda rutin tahunan yang telah konsisten dijalankan oleh tim medis terkait selama 35 tahun terakhir.

Bupati yang akrab disapa Karaeng Uji ini menekankan, masalah kesehatan kulit, khususnya pada masyarakat yang bekerja di sektor kelautan, memerlukan penanganan yang konkret dan kontinu.

Mengingat tingginya angka kasus berulang, intervensi yang bersifat berkelanjutan menjadi kebutuhan mutlak agar kualitas hidup warga terjaga.

Pemerintah Kabupaten Bantaeng memfasilitasi penuh seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyediaan infrastruktur kesehatan hingga koordinasi lintas sektor yang melibatkan pondok pesantren.

Pendekatan jemput bola ini memastikan bahwa edukasi kesehatan tidak hanya berhenti di rumah sakit, tetapi menjangkau masyarakat hingga ke akar rumput.

Sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi ini merupakan langkah maju yang patut diapresiasi.

Dengan mengintegrasikan edukasi yang masif dan layanan medis gratis, Bantaeng telah meletakkan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih sadar akan kesehatan diri.

Harapannya, program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial sesaat, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi kebijakan kesehatan yang berkelanjutan bagi seluruh warga Bantaeng.

OLEH: MAS’UD (Wartawan senior/utama)