Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon bersama Gubernur Sultra dan jajaran serta Forkopimda saat meninjau UPTD Museum dan Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra di Kendari, Sabtu (11/7/2026). DENI LAGUNDAPE
KENDARI, TEGAS.CO – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi menyatakan bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini tercatat sebagai pemilik lukisan purba tertua di dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela kunjungan kerjanya saat meninjau UPTD Museum dan Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra di Kendari, Sabtu (11/7/2026).
Pengakuan ini didasarkan pada hasil penelitian terbaru yang melibatkan Griffith University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta lembaga pelestarian kebudayaan pada Januari 2026.
Data ilmiah tersebut mengonfirmasi bahwa lukisan purba yang berlokasi di Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, memiliki usia mencapai 67.800 tahun.
Temuan fenomenal ini sekaligus menggeser rekor lukisan purba tertua sebelumnya yang selama ini berada di kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
Fadli Zon menekankan, penemuan ini adalah bukti konkret tingginya nilai jejak peradaban manusia di Sultra, sekaligus menjadi aset budaya dunia yang harus dijaga dan dilestarikan secara serius.
Dalam lawatan tersebut, Menteri Kebudayaan tampak didampingi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akmad Wiyagus, serta Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.
Ketiganya melakukan peninjauan visual secara mendalam terhadap seluruh koleksi yang tersimpan di Museum Negeri Sultra.
Berdasarkan data terkini, Museum Negeri Sultra saat ini mengelola 5.333 koleksi yang mencakup spektrum luas, mulai dari bidang geologi, biologi, etnografi, arkeologi, hingga filologi.
Dari ribuan koleksi tersebut, baru sekitar 700 artefak yang dipamerkan di ruang pamer tetap, sementara sisanya masih tersimpan di ruang penyimpanan khusus.
Peningkatan status akreditasi museum dari C menjadi B pun menjadi catatan positif dalam kunjungan tersebut.
Guna mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki museum, Menteri Kebudayaan memberikan sejumlah arahan strategis.
Fadli Zon meminta agar pemerintah daerah segera melakukan penataan ulang ruang pamer tetap agar lebih interaktif dan menarik bagi generasi muda.
Ia juga menginstruksikan pemasangan replika lukisan purba di area luar dan dinding museum sebagai ikon baru yang memperkuat daya tarik visual bagi para pengunjung.
Selain itu, Fadli Zon mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sultra, serta keterlibatan pihak swasta.
Sinergi ini diharapkan mampu mengakselerasi revitalisasi museum sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, sekaligus destinasi wisata unggulan di Indonesia Timur.
Usai merampungkan rangkaian agenda di Kendari, Menteri Kebudayaan beserta rombongan bertolak menuju Kabupaten Muna dan Kota Baubau.
Kunjungan tersebut akan dilanjutkan dengan menghadiri sejumlah agenda kebudayaan nasional, di antaranya pembukaan Festival Liangkobhori ke-IV di Desa Liangkobhori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna.
Komentar