Pemkab Kolaka Siapkan UMKM Hadapi Pasar Digital

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kolaka, Akbar, S.Sos., saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas pelaku UMKM yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kolaka di Aula Sasanapraja, Senin (5/5/2025). Dok. Foto Istimewa

TEGAS.CO., KOLAKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Senin (5/5/2025), di Aula Sasanapraja Kolaka.

Sebanyak 300 pelaku usaha dari berbagai sektor ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kecil (PK2UMK) Tahun 2025, dengan fokus utama penguatan pemahaman branding serta strategi pemasaran berbasis digital.

Penjabat Sekda Kolaka, Akbar, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam pengembangan UMKM. “Peningkatan kualitas produk dan daya saing adalah kunci. UMKM tidak bisa bertahan tanpa inovasi, apalagi di era digital yang terus berkembang,” ujarnya.

Kepala Diskop UKM Kolaka, Muhammad Jufri, menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi pondasi utama. “Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya produktif, tapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemasaran digital, manajemen usaha, dan inovasi produk harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini tidak sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang membentuk UMKM yang tangguh dan berdaya saing di pasar regional hingga nasional.

Para peserta menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai pelatihan memberikan banyak manfaat terutama dalam memahami pentingnya identitas produk dan pemasaran digital. “Semoga pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami butuh pendampingan lanjutan,” kata salah satu peserta.

Harapannya, pelatihan semacam ini tidak sebatas seremoni, namun menjadi titik awal pendampingan nyata dari pemerintah. Pelaku UMKM membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dalam bentuk akses pasar, permodalan, maupun perlindungan usaha. Sudah saatnya pelatihan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi berlanjut pada eksekusi kebijakan yang solutif dan menyentuh langsung pelaku usaha di lapangan.

Komentar