Kepala BPKAD Ungkap APBD Wakatobi 2025 Turun

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Wakatobi, Nur Bahtiar, SE.,M.Si

TEGAS.CO.,WAKATOBI – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Wakatobi, Nur Bahtiar menjelaskan penyebab Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 menurun. Hal ini dipengaruhi adanya kebijakan Pemerintah pusat.

“Penurunan APBD induk ini lebih kepada kebijakan pemerintah pusat soal efisiensi dan pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD),” kata Nur Bahtiar, saat ditemui di kantornya, Wangi-Wangi Selatan, Jumat (19/9/2025).

TKD merupakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang dialokasikan dan disalurkan ke daerah untuk dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dalam rangka mendanai penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Pengurangan TKD itu, kata dia, terjadi pada Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap DAK Pangan akuatik, yang tidak disalurkan oleh Pemerintah pusat. DAK ini meliputi; DAK Kesehatan, Pendidikan dan DAK Pangan akuatik.

Selain itu, Lanjut Nur Bahtiar, pengurangan TKD juga terjadi pada Dana Alokasi Umum (DAU) Infrastruktur. Oleh karena itu, proyeksi APBD induk tahun 2025 terkoreksi dari rencana semula.

“DAU Spesifik grand ini terdiri dari, DAU Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Kelurahan dan PPPK,” jelasnya.

Sebelumnya dalam rapat paripurna DPRD dan Pemda, Selasa, membahas rencana Perubahan APBD 2025. Tercatat penurunan yang signifikan.

Hal ini terjadi pada rencana Pendapatan Daerah. Setelah dilakukan penyesuaian (perubahan) menurun sebesar Rp76,92 miliar, dari semula Rp 830,83 miliar menjadi Rp 753,90 miliar.

Hal serupa terjadi pada porsi Belanja Daerah juga menyusut. Besarannya mencapai Rp 33,55 miliar, dari semula yang direncanakan sebesar Rp 884,44 miliar menjadi Rp 850,89 miliar.

“Jika Pendapatan daerah turun, otomatis Belanja Daerah pun akan turun dari rencana awal,” ucapnya.

Ia berharap dengan adanya pergantian Menteri Keuangan baru akan dapat memberi efek perubahan yang baik bagi kebijakan pemerintah pusat ke daerah.

“Mudah-mudahan bisa kembali (normal) seperti tahun-tahun lalu,” tukasnya.

Laporan: Rusdin

Komentar