
KENDARI, TEGAS.CO โ Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi dalam memperluas akses internet di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Dukungan ini difokuskan pada penyediaan internet berbasis satelit, Starlink, untuk sekolah-sekolah menengah (SMA/SMK).
Hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Kominfo Sultra, perwakilan Dinas Pendidikan, serta sejumlah instansi terkait.
Ketua Komisi I, La Isra, menyatakan, pihaknya siap mengawal program ini agar dapat segera diimplementasikan pada tahun anggaran berjalan.
Menurutnya, akses digital saat ini bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan dasar pendidikan.
“Kami di Komisi I mendukung penuh. Oleh karena itu, rapat kerja ini diadakan untuk membahas regulasi dan penganggaran agar program ini bisa berjalan di tahun ini juga,” tegas La Isra pada Rabu (28/4/2026).
Langkah kolaboratif antara legislatif dan eksekutif ini diharapkan mampu mengikis kesenjangan digital (digital divide) di Sulawesi Tenggara, sehingga kualitas pendidikan di pelosok setara dengan wilayah perkotaan.
Sebelumnya, Dinas Kominfo Sultra memang telah merencanakan perluasan akses internet gratis di 17 kabupaten/kota.
Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, menjelaskan bahwa Starlink menjadi opsi paling rasional untuk sekolah-sekolah yang sudah memiliki listrik namun tidak terjangkau kabel serat optik maupun sinyal seluler (blank spot).
“Ada sekolah yang kasihan, jauh dari jangkauan Telkom. Satu-satunya solusi efektif adalah Starlink. Dengan biaya operasional sekitar Rp1,6 juta, itu sudah bisa memenuhi kebutuhan satu sekolah,” ujar Andi Syahrir dalam keterangannya.
PUBLISHER: MAS’UD