Bupati Bantaeng Berikan Dukungan Penuh Edukasi Kesehatan Kulit dan Bakti Sosial Masyarakat
Sebarkan artikel ini
Post Views: 1529
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin atau sering disapa Andi Ugi (kiri) didampingi Prof. Dr. dr. Anis Irawan Anwar, Sp.DVE (K) (kanan) di Masjid Tompong Bantaeng saat mengunjungi kegiatan Bakti sosial sunatan massal pada Sabtu 6 Juni 2026. Foto: MAS’UD
BANTAENG, TEGAS.CO – Pemerintah Kabupaten Bantaeng menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya terkait edukasi penyakit kulit dan layanan kesehatan preventif.
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam memfasilitasi berbagai kegiatan medis yang menyasar langsung ke masyarakat luas.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas infrastruktur kesehatan serta koordinasi lintas sektor, termasuk melibatkan pihak rumah sakit hingga pondok pesantren.
“Kami pada dasarnya memfasilitasi. Kami menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan, mulai dari rumah sakit hingga menjalin koordinasi dengan pondok-pondok pesantren agar edukasi ini dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujar Bupati yang akrab disapa Karaeng Uji tersebut di Masjid Taqwa Tompong Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu 6 Juni 2026.
Kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Departemen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Makassar, serta Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Selain edukasi mengenai kesehatan kulit, agenda utama dalam bakti sosial ini adalah pelaksanaan khitanan massal yang menargetkan 200 anak.
Bupati Karaeng Uji mengapresiasi keterlibatan tim medis dari Makassar yang memberikan layanan secara gratis.
Ia menekankan, masalah kesehatan kulit, terutama pada kelompok rentan seperti nelayan dan petani rumput laut, membutuhkan penanganan yang berkelanjutan.
“Program ini harus konkret dan kontinu. Mengingat temuan kasus di masyarakat yang berulang, kita memerlukan langkah strategis yang berkelanjutan agar kesehatan masyarakat Bantaeng tetap terjaga,” pungkasnya.
Proses khitanan dilakukan serentak di dua lokasi, yakni Masjid Taqwa Tompong dan RSUD Anwar Makatutu, masing-masing untuk 100 peserta.
Prof. Dr. dr. Anis Irawan Anwar, Sp.DVE (K), selaku pembina kegiatan menjelaskan, bakti sosial ini telah menjadi agenda rutin tahunan selama 35 tahun terakhir.
Selain khitanan massal, rangkaian kegiatan juga mencakup penyuluhan penggunaan kosmetik bagi ibu-ibu, edukasi kebersihan diri di lingkungan pesantren, hingga penyuluhan kesehatan khusus bagi petani rumput laut dan layanan peeling massal bagi anggota PKK.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan akademisi kedokteran ini, diharapkan kesadaran masyarakat Bantaeng terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit dapat meningkat secara signifikan, sekaligus memberikan dampak positif bagi kualitas hidup warga setempat.