Berita UtamaJakarta

Seruan Pertobatan Ekologis Menggema dari Kampus Universitas Harkat Negeri Tegal

33
×

Seruan Pertobatan Ekologis Menggema dari Kampus Universitas Harkat Negeri Tegal

Sebarkan artikel ini
Seruan Pertobatan Ekologis Menggema dari Kampus Universitas Harkat Negeri Tegal
Seruan Pertobatan Ekologis Menggema dari Kampus Universitas Harkat Negeri Tegal

TEGAL, TEGAS.CO – Menteri Lingkungan Hidup ( LH ), Muhammad Jumhur Hidayat, mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia melakukan pertobatan ekologis sebagai bentuk ikhtiar dalam menyelesaikan krisis ekosistem yang tengah terjadi di belahan nusantara saat ini.

Ajakan pertobatan ekologis ini, menggema dari Kampus Universitas Harkat Negeri, Tegal, Jawa Tengah, sebuah langkah fundamental dalam memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

Seruan ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup ( KL ), Muhammad Jumhur Hidayat, saat memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Harkar Negeri, Tegal, Jumat sore.

Jumhur menyoroti krisis ekosistem yang sedang terjadi saat ini. krisis tersebut saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, serta sosial secara global.

Krisis lingkungan tersebut, antara lain perubahan iklim, hilangnya biodiversitas atau keanekaragaman hayati, serta pencemaran lingkungan yang terus meningkat.

Ia menjelaskan, pertobatan ekologis bukan sekadar seruan moral, melainkan aksi nyata untuk mengubah perilaku manusia terhadap lingkungan serta membangun kesadaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi terhadap keberlangsungan ekosistem.

“Krisis ekosistem yang tengah berlangsung saat ini, merupakan momen penting bagi kita untuk intropeksi melakukan perenungan dan pertobatan ekologis” kata jumhur.

Dengan kondisi ekosistem saat ini, menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban moral dan sosial yang harus dipikul bersama oleh seluruh elemen masyarakat.”Pemerintah tengah menyiapkan pelaksanaan gerakan tobat ekologis, pada pagustus mendatang”

Rektor Universitas Harkat Negeri Tegal, Sudirman Said, menyampaikan, Kampus harus menjadi ruang dialog untuk menjawab berbagai persoalan bangsa, termasuk masalah lingkungan.

Ia mengajak mahasiswa menjadi motor perubahan untuk mengatasi krisis ekosistem dan iklim, seperti melalui pembentukan Pusat Studi Keberlanjutan dan Pusat Kajian Perkotaan Pesisir.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa, sangat bergantung pada penguasaan ilmu pengetahuan yang diimbangi dengan moral dan karakter yang kuat.

Penulis : Sugih