Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Baubau Sasar Warga Lewat Tracing dan CKG

Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Baubau Sasar Warga Lewat Tracing dan CKG
Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Baubau Sasar Warga Lewat Tracing dan CKG

BAUBAU, TEGAS.CO – Dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penularan Tuberkulosis (TBC), Dinas Kesehatan Kota Baubau melaksanakan Pelacakan/Tracing TBC terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026 di Kelurahan Wajo, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelacakan TBC yang dilaksanakan secara bertahap dengan menyasar 43 kelurahan yang tersebar di 8 kecamatan se-Kota Baubau.

Di Kelurahan Wajo, kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pembekalan materi mengenai TBC yang disampaikan oleh Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Baubau, Yuslina, SKM., M.Si., didampingi Lurah Wajo Abdul Rasyid, S.Sos., Ketua PKK Wajo Yeni Rasyid, serta Kepala Puskesmas Wajo Harsiah Hamzah, SKM.

Sosialisasi tersebut dilakukan agar masyarakat mengenal dan memahami penyakit TBC, mulai dari cara penularan, kelompok masyarakat yang berisiko, gejala yang perlu diwaspadai, hingga upaya penanganan medis yang harus dilakukan apabila seseorang terindikasi maupun dinyatakan positif TBC.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan dan pencegahan penyakit menular sebagai bagian dari program prioritas pembangunan kesehatan.

Yuslina menjelaskan, kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi tertular atau mengalami TBC antara lain anak-anak, orang dengan HIV/AIDS, lanjut usia, penderita Diabetes Melitus, perokok, serta orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Selain kelompok berisiko, masyarakat juga diminta mengenali sejumlah gejala yang dapat mengarah pada TBC, seperti batuk yang berlangsung lama, batuk berdahak, batuk disertai darah, nyeri dada, demam, berkeringat pada malam hari, tubuh lemah atau mudah lelah, nafsu makan menurun, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Masyarakat yang mengalami gejala tersebut, terlebih apabila memiliki faktor risiko atau pernah melakukan kontak erat dengan pasien TBC, diimbau segera melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Yuslina, “Pentingnya melaksanakan penegakan diagnosis dan pemeriksaan dahak serta cek kesehatan secara lengkap bagi terduga TBC, guna memastikan gejala yang dialami pasien dan mendapatkan penanganan medis yang tepat dalam memutus rantai penularan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan secara dini diharapkan dapat membantu menemukan kasus TBC lebih cepat sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan dan risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dapat ditekan.

“TBC hingga kini masih menjadi salah satu persoalan kesehatan dunia. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2025, WHO memperkirakan 10,7 juta orang jatuh sakit akibat TBC pada 2024 dan sekitar 1,23 juta orang meninggal dunia. TBC juga tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia dari satu agen infeksius. Pada tahun yang sama, Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari estimasi kasus TBC global dan menjadi negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India,”ujarnya.

Karena itu, upaya penemuan kasus secara aktif melalui tracing dan pemeriksaan masyarakat menjadi bagian penting dalam percepatan pengendalian TBC.

Dinas Kesehatan Kota Baubau juga mengimbau masyarakat tidak perlu merasa malu, takut ataupun khawatir untuk mengikuti pemeriksaan TBC. Pemeriksaan justru merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sedini mungkin dan mencegah penularan kepada anggota keluarga maupun orang-orang di sekitar.

Masyarakat yang kemudian dinyatakan positif TBC juga tidak perlu khawatir mengenai pengobatan.

Obat TBC tersedia secara gratis di fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan layanan TBC.

Pasien maupun keluarga yang terdeteksi memiliki risiko dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut melalui fasilitas kesehatan.

Dengan adanya layanan pemeriksaan dan pengobatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak menyembunyikan gejala ataupun menghindari pemeriksaan karena stigma.

TBC dapat diobati dan disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan sesuai anjuran hingga tuntas.

Melalui kegiatan tracing TBC yang dilaksanakan secara bertahap di 43 kelurahan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak kasus dapat ditemukan lebih awal, mendapatkan pengobatan yang tepat, serta mencegah terjadinya penularan lebih luas di masyarakat.

Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Baubau Sasar Warga Lewat Tracing dan CKG
Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Baubau Sasar Warga Lewat Tracing dan CKG

Sementara itu, Lurah Wajo Abdul Rasyid, S.Sos., mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan pelacakan TBC yang dilaksanakan di wilayahnya.

Sebanyak 100 warga, mulai dari usia remaja hingga lanjut usia, mengikuti pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan sampel dahak yang digelar di Kelurahan Wajo.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat baik. Ini menjadi gambaran bahwa masyarakat memiliki kepedulian dan kemauan untuk mengambil bagian dalam berbagai program yang dilaksanakan pemerintah,” ujar Abdul Rasyid.

Menurutnya, pembangunan di tingkat kelurahan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan program pemerintah benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bagi kami, pembangunan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, setiap program yang hadir di tengah masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, sosial maupun pemberdayaan, harus kita dukung bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata,” katanya.

Abdul Rasyid menegaskan, Kelurahan Wajo akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, kader, PKK serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan.

“Kami ingin Kelurahan Wajo terus tumbuh sebagai wilayah yang masyarakatnya tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga ikut terlibat di dalamnya. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah modal penting untuk membangun lingkungan yang aman, produktif dan semakin sejahtera,” ujarnya.

Ia berharap sinergi tersebut dapat terus terjaga sehingga berbagai program pemerintah dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kelurahan akan terus hadir, mendengar kebutuhan masyarakat dan membangun kolaborasi. Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa jauh program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

JSR

Komentar