OASIS: Negeri Seribu Goa Buton Tengah dan Muna Diabadikan dalam Film Dokumenter 4K

OASIS: Negeri Seribu Goa Buton Tengah dan Muna Diabadikan dalam Film Dokumenter 4K
OASIS: Negeri Seribu Goa Buton Tengah dan Muna Diabadikan dalam Film Dokumenter 4K

BAUBAU, TEGAS.CO – Kekayaan bentang alam karst dan gua di Buton Tengah dan Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, kini diabadikan dalam film dokumenter “OASIS: Keindahan Negeri Seribu Goa Buton Tengah dan Pulau Muna.” Film berdurasi sekitar 17 menit itu menampilkan keindahan gua, kawasan karst, pesisir, hingga laut melalui visual sinematik berformat 4K.

Film tersebut diputar perdana dalam kegiatan diseminasi yang berlangsung di Carol Artisan Bakery & Patisserie, Kota Baubau, Minggu (5/7/2026) malam.

Sekitar 70 peserta dari berbagai komunitas gua dan freediving hadir menyaksikan karya yang merupakan hasil eksplorasi dan produksi selama kurang lebih sembilan bulan.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Buton sekaligus penerima manfaat program, Nur Inzana, mengatakan film tersebut lahir dari kolaborasi lintas bidang yang mempertemukan eksplorasi bawah tanah, penyelaman, produksi audiovisual, dan perspektif kebudayaan.

“Dokumenter ini merupakan hasil kolaborasi yang dilakukan selama kurang lebih sembilan bulan. Kami ingin memperkenalkan kekayaan kawasan OASIS melalui karya visual yang dapat membawa penonton melihat langsung keindahan alam yang ada di Buton Tengah dan Muna,” ujar Nur Inzana.

Proses produksi melibatkan Laode Halimudin Maswar, Founder Rock N Roll Dive, bersama delapan orang tim penyelam. Sementara proses produksi audiovisual dilakukan oleh ADIMARA Studio bersama Jack Stiawan.

Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi yang memiliki karakteristik bentang alam karst dan gua, di antaranya Goa Moko Panjang, Goa Oe Bosu, Goa Lapahia, dan Goa Liangkabori yang berada di wilayah Kabupaten Buton Tengah dan Kabupaten Muna.

Visual dalam film tidak hanya memperlihatkan ruang bawah tanah. Lanskap pesisir dan laut juga menjadi bagian penting dari cerita yang dibangun untuk memperlihatkan keterhubungan ekosistem kawasan OASIS.

Menurut Nur Inzana, keberadaan kawasan karst tersebut tidak semata-mata memiliki nilai keindahan, tetapi juga menyimpan nilai ekologis, ilmiah, dan potensi wisata minat khusus.

Karya dokumenter ini lahir melalui dukungan Program Dana Indonesiana, yang didukung Kementerian Keuangan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan menjadi bagian dari upaya mendukung pemajuan kebudayaan melalui Dana Abadi Kebudayaan (DAK).

OASIS: Negeri Seribu Goa Buton Tengah dan Muna Diabadikan dalam Film Dokumenter 4K
OASIS: Negeri Seribu Goa Buton Tengah dan Muna Diabadikan dalam Film Dokumenter 4K

Pemutaran perdana dan kegiatan diseminasi film diharapkan menjadi salah satu medium untuk memperkenalkan potensi bentang alam karst Buton Tengah dan Muna kepada masyarakat yang lebih luas.

Kawasan tersebut memiliki karakteristik alam yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari geowisata dan wisata minat khusus, terutama melalui aktivitas eksplorasi gua, penyelaman, serta penelitian terhadap ekosistem karst.

Namun, pengembangan potensi wisata tersebut juga perlu berjalan beriringan dengan upaya pelestarian.

Film “OASIS: Keindahan Negeri Seribu Goa Buton Tengah dan Pulau Muna” pada akhirnya tidak hanya merekam keindahan alam, tetapi juga menjadi medium untuk memperkenalkan kekayaan kawasan sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan bentang alam karst.

Bagi kawasan yang menyimpan nilai ekologis dan ilmiah tersebut, dokumentasi visual menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan warisan alam kepada publik sekaligus membuka ruang bagi pembicaraan yang lebih luas mengenai konservasi dan pemanfaatannya secara berkelanjutan.

JSR

Komentar